logo rilis

Misbakhun: Orang Yang Berbuat Baik untuk Orang Lain, Bisa Disebut Pahlawan
Kontributor
Nailin In Saroh
11 November 2019, 23:00 WIB
Misbakhun: Orang Yang Berbuat Baik untuk Orang Lain, Bisa Disebut Pahlawan
Diskusi Semangat Hari Pahlawan di Media Center DPR RI, Senin (11/11/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar H. Mukhamad Misbakhun, perlu menilai merevitalisasi nilai-nilai kepahlawanan, seperti yang pernah dipegang oleh para pejuang. Terlebih, saat ini rasa kebersamaan dan gotong royong memperbaiki erosi dikalangan masyarakat. Terbukti, masyarakat semakin individual, dan mementingkan keperluan pribadi, dibandingkan orang lain. 

Pahlawan, menurut Misbakhun, tidak bisa hanya diartikan sebagi pejuang kemerdekaan. Namun, saat ini pahlawan harus dimaknai sebagai orang tua yang melakukan yang baik untuk orang lain. Hubungi para pejuang demi kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, orang yang membayar pajak sesuai dengan permintaannya, pendiri UMKM yang memberikan kesempatan kerja untuk orang lain, juga perempuan digelari pahlawan. 

"Diera kekinian, perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. Karena itu adalah yang didukung penuh dalam pembangunan, disetujui mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, dan itu layak diberikan apresiasi," kata Misbakhun saat membuka dialog di Dialog Empat Pilar, dalam rangka memperingati hari Pahlawan di media center MPR / DPR / DPD RI, Senin (11/11/2019).

Selain Misbakhun, ada dua Narasumber yang ikut serta dalam diskusi tentang memaknai Semangat Hari Pahlawan. Mewakili adalah anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabiel Haroen dan pengamat CSIS, J. Kristiadi.

Merevitalisasi nilai nilai pahlawan, kata Misbakhun, juga perlu dilakukan dikalangan generasi muda. Apalagi saat ini generasi millenial menantang kebebasan radikalisme dan tawaran menggunakan ideologi baru. 

"Jangan sampai, karena tidak mengenal nilai-nilai kepahlawanan, generasi muda dengan mudahnya larut dalam radikalisme maupun mengganti ideologi baru dalam berbangsa dan bernegara," katanya. 

Senada dengan Misbakhun, anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabiel Haroen mengatakan sesuai asal katanya, pahlawan berasal dari kata Pala, atau buah pala, yang berarti orang yang melakukan sesuatu, atau berbuat sesuatu. Karena itu, sudah tepat jika istilah pahlawan disematkan kepada orang yang melakukan sesuatu buat orang lain.

Ini, kata dia, sesuai dengan hadis nabi, yang berarti, setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungan jawabannya. 

"Makanya aneh, kalau ada umat Islam tidak mau berbuat apapun untuk orang lain, karen nanti dia akan dimintai pertanggungan jawab," kata Gus Nabiel menambahkan. 

Gus Nabiel lantas mencontohkan warga NU yang sering ikut keselamatan gereja saat orang Nasrani memperingati hari natal. Menurutnya, ini merupakan perwujudan nilai-nikai kepahlawanan, dalam bentuk saling mendukung dan tolong menolong. 

Sementara itu Pengamat CSIS J. Kristiadi mengatakan, generasi muda mengidamkan sikap perjuangan yang dulu diperankan para pahlawan. Bedanya, perjuangan zaman dulu adalah mereka yang berjuang mati demi kemerdekaan. Namun, perjuangan yang dibutuhkan saat ini adalah perjuangan yang berhasil, sesuai dengan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia. 

"Kita butuh pejuang yang siap mengisi kemerdekaan, agar cita-cita mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dapat dicapai," kata J. Kristiadi.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID