logo rilis
Minta Pengesahan Ditunda, Imparsial: RKUHP Mengandung Pasal Bermasalah
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
20 September 2019, 12:30 WIB
Minta Pengesahan Ditunda, Imparsial: RKUHP Mengandung Pasal Bermasalah
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Lembaga swadaya masyarakat yang membidangi pengawasan hak asasi manusia, Imparsial, mendesak agar pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) ditunda.

Menurut Direktur Imparsial, Al Araf, pihaknya mendesak DPR RI untuk menunda pengesahan itu lantaran banyak pasal-pasal dalam RKUHP yang bermasalah. 

"Kami menilai RKUHP mengandung pasal-pasal bermasalah yang mengancam kebebasan sipil dan bertentangan dengan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi," kata Al Araf di Jakarta, Jumat (20/9/2019). 

Pasal-pasal bermasalah yang dimaksud antara lain pasal 218-220 tentang penghinaan terhadap presiden dan pasal 599-600 mengenai kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM). 

Al Araf menilai, pembahasan RKUHP seharusnya tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Karena, menurutnya, RKUHP menjadi tulang punggung penegakan hukum pidana yang berdampak secara luas kepada seluruh masyarakat.

Dia memyarankan agar pembahasan RKUHP dilakukan oleh anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

"Mengingat masih banyaknya poin-poin yang bermasalah, pengesahan RKUHP pada sidang paripurna DPR RI harus ditunda, untuk menyelamatkan demokrasi dan reformasi hukum saat ini," kata Al Araf.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI dan Pemerintah yang diwakili Menteri Hukum dan HAM, menyepakati Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibawa dalam pembicaraan Tingkat II di Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU.

"Izinkan saya untuk memberikan pengesahan untuk diketok. Bisa disepakati," kata Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin dalam Rapat Kerja dengan Kemenkumham di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Seluruh anggota Komisi III DPR yang hadir dalam Raker tersebut menyatakan setuju RKUHP dibawa dalam Rapat Paripurna untuk disahkan menjadi UU.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID