logo rilis

Minim Pengalaman, AHY Dinilai Belum Waktunya Maju Pilpres 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
22 Mei 2018, 19:38 WIB
Minim Pengalaman, AHY Dinilai Belum Waktunya Maju Pilpres 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, mengatakan, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlalu dini bila maju di Pemilihan Presiden 2019.

"Saya pikir AHY belum saatnya nyapres karena dia masih perlu mencari pengalaman politik praktis," kata Wasisto kepada rilis.id, Selasa (22/5/2018). 

Terkait dengan pertemuan AHY dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga politisi Partai Gerindra, Sandiaga Uno, Wasisto menilai, hal itu sekedar silaturahmi politik.

Selain itu, ujarnya, AHY dan Sandi juga diutus untuk membicarakan kemungkinan kedua partai tersebut untuk bersama di Pilpres 2019 mendatang. 

"Untuk mencari kemungkinan membentuk koalisi pemerintahan," paparnya.

Bila nantinya kedua partai itu berkoalisi, imbuh dia, AHY tetap belum waktunya menjadi capres atau cawapres.

AHY, lanjutnya, perlu melepaskan diri dulu dari nama besar Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

"AHY perlu untuk menunjukkan kapasitas dirinya sehingga bisa terlepas dari bayang-bayang ayahnya," paparnya.

Sebelumnya, AHY bertemu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, Jumat (18/5) malam. Pertemuan itu menjajaki peluang kerja sama pada Pilpres 2019 nanti.

"Pertemuan kedua tokoh muda tersebut untuk menjajaki kerja sama pada Pemilu Presiden 2019. Komunikasi politik antardua pemimpin muda ini sangat penting," kata Putu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Pertemuan AHY dan Sandiaga disinyalir akan berlanjut pada SBY dan Prabowo. Kedua tokoh itu dikabarkan berencana mengadakan pertemuan membahas Pilpres 2019 nanti.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)