Home » Peristiwa » Daerah

Minim Lahan Alasan Solok Tak Ekspor Kopi Arabika

print this page Minggu, 14/1/2018 | 12:13

Buah Kopi Arabica. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Solok— Penyebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat (Sumbar), belum bisa memenuhi tingginya permintaan eksportir kopi arabika karena keterbatasan lahan.

"Kopi Solok Arabika merupakan kopi kualitas terbaik yang mulai banyak dikenal, tapi karena keterbatasan lahan belum bisa memenuhi permintaan eksportir," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon di Solok, Sumbar, Minggu (14/1/2018).

Eksportir macanegara yang banyak membeli kopi langsung ke Solok berasal dari Singapura, Jepang dan Vietnam.

Admaizon menjelaskan, produksi kopi yang mulai dikembangkan sejak 1992 ini, pada tahun 2016 mencapai 743 ton hingga Juli 2017 mencapai 293,92 ton biji kering.

Sementara, untuk luas lahan yang belum menghasilkan pada 2017 mencapai 487 hektare (Ha) dan yang menghasilkan 1.079 Ha. Dengan luas lainnya total lahan mencapai 1.660 hektare.

Dia menuduh, kendala dalam mengembangkan kopi karena pemikiran instan petani yang ingin hasilnya cepat. Padahal tanaman kopi memerlukan waktu hingga 18 bulan untuk berbuah pertama kali.

Namun, kata Admaizon, pihaknya akan tetap membantu para petani memperbanyak pembibitan dengan pembagian dari kelompok. Selain itu, pihaknya akan terus mengajak para pemuda untuk ikut mengembangkan kopi arabica seperti di Desa Aia Dingin dan Surian.

"Karena untuk menanam kopi harus di ketinggian minimal 900 mdpl seperti di Kecamatan Lembang Jaya," tuntas dia.

Penulis Tio Pirnando
Sumber ANTARA

Tags:

Kopi ArabicaSolokEkspor