logo rilis
Minahasa Utara- Pionir Pengembangan Jagung Hibrida Unggul Nasional
Kontributor
Elvi R
19 Oktober 2019, 09:59 WIB
Minahasa Utara- Pionir Pengembangan Jagung Hibrida Unggul Nasional
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Peran Balitbangtan dalam peningkatan kinerja produksi jagung di Indonesia sangatlah strategis. Perjuangan tiada henti dilakukan tidak hanya terbatas pada perakitan varietas unggul baru saja namun juga diikuti dengan pengenalan dan pengembangan varietas untuk memastikan produk telah termanfaatkan oleh petani. Balitbangtan melalui UPT Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) berperan dalam mendorong peningkatan produksi jagung melalui sejumlah kegiatan diantaranya pengembangan jagung berbasis korporasi, demo varietas unggul baru serta kegiatan strategis lainnya untuk menunjang peningkatan produksi jagung nasional.

Gelar varietas/ demplot merupakan salah satu kanal yang cukup andal untuk menunjukkan kinerja varietas dan menarik perhatian petani pengguna. Balitbangtan telah menerapkan pola ini untuk memperkenalkan varietas unggul yang telah dihasilkan. Jumat (18/10 2019) Balitbangtan bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Minahasa Utara melakukan tanam perdana gelar varietas unggul jagung hibrida nasional. Selain bersifat pengenalan varietas, demplot ini juga dilakukan untuk menunjukkan kinerja aktual varietas jagung Balitbangtan serta menghapus kesan negatif di masyarakat terhadap varietas jagung Balitbangtan. Varietas unggul yang di gelar meliputi Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 URI yang merupakan varietas unggul baru hasil karya peneliti Balitbangtan, Kementerian Pertanian.

Tanam perdana varietas unggul Balitbangtan dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Balitsereal, Dekan Fakultas Pertanian Universitas  Sam Ratulangi, Dandim Kabupaten Minahasa Utara, Kepala BPTP Sulawesi Utara serta kontak tani di wilayah Minahasa Utara. Dalam sambutan pembukaan, Asisten II Drs. Allan Mingkod menyambut baik kerjasama antara Balitbangtan dengan Pemerintah daerah Minahasa Utara. Ia menambahkan bahwa Kabupaten Minahasa Utara merupakan sentra produksi ternak utama di Provinsi Sulawesi Utara yangmana membutuhkan jagung sebagai sumber pakan dalam jumlah besar. Di sisi lain, petani di Minahasa Utara saat ini sangat bergairah menanam jagung karena harganya tinggi, Rp4.500 per kilogram dan waktu panen yang singkat sekitar 100 hari. Dengan keberadaan program benih berbasis korporasi di Sulut diharapkan mampu menumbuhkan investasi baru yang akan bersampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan, khususnya penangkar benih. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balitsereal Dr. Muhammad Azrai menyatakan bahwa gelar teknologi ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan untuk mempercepat proses transfer teknologi kepada petani. Varietas yang diperkenalkan yaitu Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 merupakan varietas hibrida unggul dengan hasil tinggi.

“Varietas unggul Balitbangtan mempunyai penampilan tongkol yang besar serta warna biji kuning kemerahan sehingga disenangi oleh pengusaha ternak unggas untuk produksi telur/daging yang berkualitas” sambung Muhammad Azrai.

Demplot varietas ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi jagung di Minahasa Utara serta menghapus keraguan petani terhadap kinerja vub jagung nasional. Gelar teknologi ini dilakukan sekaligus untuk mendukung program perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi di Sulawesi Utara yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih jagung di wilayah sekitarnya.

“Impor bukan solusi dalam membantu petani karena aliran modal akan keluar negeri. Akan lebih produktif apabila varietas yang di tanam dihasilkan dari hasil bangsa sendiri” sambungnya. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara Ir. Novly GU menyatakan bahwa Kabupaten Minahasa Utara dikenal sebagai penyanggah utama produksi jagung di Sulawesi Utara. Pengembangan perbenihan berbasis korporasi merupakan jawaban permasalahan perbenihan yang selalu muncul setiap musim tanam di Sulawesi Utara yaitu ketepatan waktu ketersediaan, jumlah, jenis dan mutunya. Novly mengharapkan bahwa Kabupaten Minahasa Utara dapat menjadi pionir bagi pengembangan jagung hibrida Balitbangtan. Provinsi Sulawesi Utara merupakan penyuplai kebutuhan jagung wilayah Gorontalo, Maluku Utara hingga ke Papua. Setiap tahun tak kurang dari 1,2 juta ton jagung dihasilkan dari Provinsi Sulawesi Utara.

“Dukungan Balitbangtan dalam penyediaan benih berbasis korporasi akan kami sinkronkan dengan program prioritas kami”pungkasnya.

Di akhir acara Balitsereal menyerahkan bantuan benih jagung hibrida varietas Nasa 29, JH 37 dan JH 45 dengan total sebanyak 3 ton. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada kelompok tani lingkup Minahasa Utara. Pemda Kabupaten Minahasa Utara berharap kerjasama antara Balitbangtan dengan Pemda terus berlanjut dalam upaya menjadikan Utara Minahasa sebagai lumbung jagung Sulawesi Utara.

Sumber: Badan Penelitian Taman Serealia/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID