logo rilis
Militer Israel Akui Jurnalis Palestina Tak Mengancam ketika Ditembak
Kontributor
Syahrain F.
09 April 2018, 22:13 WIB
Militer Israel Akui Jurnalis Palestina Tak Mengancam ketika Ditembak
Para jurnalis Palestina menyalakan lilin di Nablus, Palestina, pada 7 April 2018 untuk memperingati gugurnya jurnalis Palestina Yusuf Murtaja akibat tembakan tentara Israel selama "Great March of Return". FOTO: Anadolu Agency/Nedal Eshtayah

RILIS.ID, Yerusalem— Militer Israel mengakui bahwa reporter asal Palestina yang ditembak mati oleh tentara Zionis tidak melakukan intimidasi.

Menurut harian Israel, Haaretz, tentara Israel membantah pernyataan Menteri Pertahanan Avigdor Liberman bahwa Yusuf Murtaja menggunakan drone saat mendokumentasikan aksi protes anti-pendudukan Israel.

Haaretz menyebutkan, tentara Israel tidak menemukan bukti bahwa ada wartawan lain yang memfilmkan demonstrasi dengan menggunakan drone. Selain itu, disebutkan pula bahwa Yusuf ditembak, padahal mengenakan rompi bertuliskan "PRESS".

Yusuf ditembak di perut saat meliput "Great March of Return" pada Jumat (6/4/2018). Dia meninggal dunia pada Sabtu (7/4), dan pemakamannya dihadiri oleh ratusan warga Palestina.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak 30 Maret, setidaknya 31 warga Palestina tewas ditembak tentara Israel.

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari Great March of Return yang telah berlangsung selama enam pekan, dengan puncak aksi diperkirakan jatuh pada 15 Mei, bertepatan dengan hari peringatan berdirinya Israel yang ke-70--yang disebut orang Palestina sebagai "Malapetaka".

Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diberi "hak untuk pulang" ke kota-kota dan desa-desa mereka di Palestina.

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)