logo rilis

Mesra ke PKS dan Dekati PAN, Nasdem Serius Ingin Oposisi?
Kontributor
Nailin In Saroh
03 November 2019, 20:45 WIB
Mesra ke PKS dan Dekati PAN, Nasdem Serius Ingin Oposisi?
Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh memeluk Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Sikap partai Nasdem sebagai pendukung pemerintah pasang surut pasca bergabungnya Gerindra ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meski sudah mendapat tiga kursi Menteri, sepertinya menyambut kepemimpinan soal disetujui kini serius. 

Roadshow Usai politik ke PKS, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, disebut akan melanjutkan pertemuan ke PAN dan Partai Demokrat. 

Pertemuan Nasdem dengan PAN disetujui berlangsung akhir November ini. Sedang dengan Partai Demokrat masih belum jelas. Kendati demikian telah terjadi komunikasi yang intensif antara parpol besutan Surya Paloh dengan parpol yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono itu. 

"Kita sudah bicara, sudah ada ya. Dengan PAN kita akan ketemu akhir November. Dengan Demokrat Insya Allah masih akan dilihat nanti. Sejauh ini masih agenda," ujar Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, Minggu (3/11/2019).

Namun, meski gencar melakukan pertemuan dengan parpol di luar pendukung pemerintah, NasDem belum menegaskan posisinya sebagai yang didukung. 

Sementara itu Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais belum mengetahui jadwal pasti pertemuan PAN-Nasdem. Ia juga mengaku tidak tahu apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Apakah nanti konsekuensinya atau langkah selanjutnya akan membentuk koalisi baru atau yang lain-lain ya wallahu alam," ujar Hanafi.

Namun, PAN tetap terbuka untuk berkoalisi dengan Nasdem. Selain itu, sekaligus memiliki sejarah yang baik dalam berkoalisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Sumatera Utara dan Riau. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Ia memuji kebebasan memilih PKS yang memilih tetap bertahan dan berada di luar pemerintahan.

Paloh mengatakan, tidak dapat menutup Nasdem dapat membantah dengan PKS dalam hal menjalankan fungsi penyeimbang di DPR terhadap kebijakan pemerintah.

"Ketika ada pesan yang memang jelas bisa ditangkap oleh konstituen, kedua kandidat partai politik ini, kami bisa bergandengan tangan bersama," ujar Paloh saat memberikan keterangan seusai bertemu Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10) .

"Kita bisa lebih hangat bersama, kita bisa berbagi ide bersama," sambung Paloh.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID