logo rilis

Meski Berprestasi, Kepala Daerah Harus Tetap Waspadai Korupsi
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 April 2018, 17:10 WIB
Meski Berprestasi, Kepala Daerah Harus Tetap Waspadai Korupsi
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: Dok Kemendagri.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengingatkan, agar kepala daerah yang berprestasi dalam pembangunan di daerahnya tetap harus hati-hati terhadap area rawan korupsi. 

Jangan sampai kemudian prestasi yang ditorehkan langsung rusak oleh praktek korupsi. "Walaupun berprestasi tinggi tapi harus berhati- hati," kata Tjahjo, Kamis (26/4/2018).

Sebuah daerah akan maju, jika mampu membangun sinergi dengan pusat maupun dengan daerah sekitarnya. Program strategis pemerintah pusat harus seiring sejalan dengan skala prioritas provinsi, kabupaten/kota dan desa.

Semisal, ia mencontohkan, Provinsi Jawa Timur yang sejak jaman pemerintahan Soeharto memang langganan mendapat penghargaan sebagai daerah berprestasi.

Beberapa daerah di Indonesia, kata Tjahjo, seperti Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, Malang dan sebagainya, prestasinya cukup menonjol. Tapi, ia mengingatkan, agar prestasi yang diraih juga diimbangi dengan transparansi. Area rawan korupsi harus dihindari. 

"Salah satunya, lewat penerapan e-planning atau smart city. Ini akan mendorong terwujudnya transparansi," ungkap dia.

Contoh lainnya daerah otonom baru yang cukup berhasil, kata dia, adalah Provinsi Kalimantan Utara. Daerah termuda di Indonesia ini, telah ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh setelah selama lima tahun dinilai sukses melakukan berbagai perubahan. 

Daerah di luar Jawa pun, lanjut Tjahjo tidak kalah. Banyak daerah yang punya prestasi menonjol, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan atau Sumatera Barat.

Dan, daerah lainnya juga terus didorong mengikuti jejak daerah yang sudah berpretasi. Tjahjo pun bersyukur, kini kian banyak daerah yang prestasinya membanggakan.

"Banyak daerah yang maju. Yang penting ukuran majunya transparan," tambah dia.

Yang tak kalah penting, kata dia, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik, cepat dan lebih praktis. Ia contohkan pelayanan e-KTP. Ternyata pelayanannya bisa selesai dalam hitungan menit.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)