logo rilis
Merapi Batuk, Warga Trauma Erupsi 2010
Kontributor
Kurniati
11 Mei 2018, 11:20 WIB
Merapi Batuk, Warga Trauma Erupsi 2010
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Sleman— Warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku masih trauma dengan erupsi besar gunung tersebut pada 2010 lalu.

Erupsi tersebut, terjadi lagi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Warga pun seketika panik dan berhamburan keluar rumah saat terjadi letusan freatik tersebut.

"Masyarakat masih trauma dengan peristiwa erupsi besar pada 2010, sehingga saat terjadi erupsi freatik sempat terjadi kepanikan," kata salah satu warga Pakem, Sleman Seno, Jumat (11/5/2018).

Saat kejadian, kata Sleman, sudah banyak masyarakat yang beraktivitas, ada yang sudah ke sawah atau ladang.

"Semula warga mengira suara gemuruh karena ada konvoi motor gede (moge) yang hendak ke Kaliurang, tetapi setelah melihat asap letusan dari puncak Merapi mereka langsung sadar kalau suara gemuruh dari letusan Merapi," katanya.

Ia mengatakan, melihat hal tersebut warga panik dan langsung bergegas pulang dan bersiap mengungsi.

"Sudah ada beberapa truk pengangkut pengungsi yang disiapkan, ada beberapa orang yang juga menyiapkan tempat barak pengungsian," kata Seno.

Ia mengatakan, pascaletusan tersebut anak-anak siswa sekolah juga dipulangkan lebih awal dan tidak dilanjutkan kegiatan belajar mengajar.

"Hujan abu juga cukup tebal sehingga tidak sedikit warga yang masih trauma dengan erupsi besar 2010," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)