logo rilis

Menyulap Tongkol Jagung Jadi Kerajinan Menarik
Kontributor
Ning Triasih
11 Mei 2018, 18:21 WIB
Menyulap Tongkol Jagung Jadi Kerajinan Menarik
Tongkol jagung disulap jadi kerajinan yang menarik dan bernilai. FOTO: Instagram/@giowari_putra_craft

RILIS.ID, Jakarta— Siapa bilang, jagung hanya bisa dimanfaatkan buahnya saja? Tongkolnya pun bisa kok! Ya, lewat tangan-tangan kreatif, tongkol jagung ternyata bisa disulap menjadi kerajinan yang menarik dan bernilai jual tinggi.

Seperti di Gorontalo misalnya. Mengenai tongkol jagung, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengajarkan warga Desa Tunggulo Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo tentang cara memanfaatkan tongkol jagung menjadi kerajinan tangan.

Menurut penuturan seorang mahasiswa UNG yang jadi koordinator pembuatan kerajinan tangan, Nengah Swastika, pemanfaatan tongkol jagung ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Tunggulo Selatan.

"Banyaknya tongkol jagung dari hasil panen petani tersebut umumnya dianggap sebagai sampah yang dibuang ataupun dibakar oleh masyrakat, hal tersebut membuat kami akhirnya menciptakan sebuah inovasi agar tongkol jagung itu dapat dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomis," katanya seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (11/5/2018).

Asalkan pandai mengolahnya, tongkol jagung bisa dikreasikan menjadi beragam bentuk kerajinan, mulai dari lampu hias, jam dinding, bingkai foto, hingga miniatur Monumen Nasional (Monas) dan Miniatur khas Bone Bolango "Center Point".

 

 

Dalam proses pembuatan kerajinan tangan ini,  tongkol jagung harus lebih dulu diawetkan menggunakan serbuk kulit udang dicampur cuka agar nantinya tak mudah rusak.

Setelah itu, bonggol jagung juga harus melewati tahap pengeringan dan penghalusan pada bagian luar tongkol, sebelum masuk ketahap pembuatan kerajinan.

Nengah berharap, amasyarakat dapat menerapkan proses pembuatan kerajinan tongkol jagung tersebut secara terus menerus, sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di desa itu.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)