logo rilis

Menyimak Isi Puisi 'Genderuwo' Fadli Zon
Kontributor
Ning Triasih
12 November 2018, 15:11 WIB
Menyimak Isi Puisi 'Genderuwo' Fadli Zon
Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Lagi dan lagi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali menelurkan karya puisi. Kali ini berjudul "Ada Genderuwo di Istana".

Melansir dari Wikipedia, Genderuwo sendiei merupakan mitos Jawa tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang menyeramkan. Wujudnya manusia mirip kera yang bertubuh tinggi besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan.

Keluarnya puisi Ada Genderuwo di Istana ini seolah mengkritisi ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal di Tegal, Jawa Tengah pada Jumat (9/11) kemarin.

Dalam pidatonya kala itu, Jokowi menyinggung soal politik genderuwo, yakni politik yang menurutnya berisi propaganda, menakut-nakuti dan mengkhawatirkan masyarakat.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti," ujar Jokowi.

Tak lama, celetukan orang nomor satu di Indonesia soal "politik genderuwo" itu langsung ramai diperbincangkan. Seperti biasa, Fadli Zon makin meramaikannya lewat sebuah puisi.

"Ini buat yang kemarin pada tanya puisi tentang 'Genderuwo'. Saya beri judul "Ada Genderuwo di Istana'," cuit Fadli Zon di Twitter @fadlizon, Minggu (11/11/2018), sembari memperlihatkan puisi terbarunya.

Berikut isi puisi "Ada genderuwo di Istana" karya Fadli Zon dikutip dari Twitter @fadlizon:

ada genderuwo di istana
tak semua orang bisa melihatnya
kecuali yang punya indra istimewa

makhluk halus rendah strata
menakuti penghuni rumah penguasa
berubah wujud kapan saja
menjelma manusia
ahli manupulasi
tipu sana tipu sini

ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik

ada genderuwo di istana
menyebar horor ke pelosok negeri
meneror ibu pertiwi

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)