logo rilis
Menyentuh, Jadi Ini Tujuan Jokowi Bertemu Petinggi PKS
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 April 2018, 21:59 WIB
Menyentuh, Jadi Ini Tujuan Jokowi Bertemu Petinggi PKS
Presiden Jokowi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi PKS tidak bertujuan memecah belah koalisi PKS-Gerindra di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, justru bertujuan menjaga persatuan nasional bangsa Indonesia.

"Justru sebaliknya, keinginan baik Jokowi untuk bertemu dengan berbagai kalangan harus dipandang sebagai suatu upaya menjaga persatuan nasional, bukan justru sebaliknya yang dianggap sebagai kepentingan elektoral," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Basarah menilai, langkah Jokowi bersilaturahim dengan PKS dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai upaya menjaga persatuan dan menepis tudingan Jokowi ingin mendapatkan simpati dari PKS dan PA 212 demi Pilpres 2019.

Dia mengatakan orang ataupun kelompok yang menganggap pertemuan silaturahim Jokowi dengan petinggi PKS dengan alumni 212 sebagai satu upaya memecah belah, justru mereka yang berpikir ingin memecah belah bangsa.

"Ingat, Jokowi bertemu para pimpinan partai politik dan ormas Islam dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Indonesia karena beliau saat ini masih resmi sebagai Presiden," ujarnya.

Basarah mengaku tidak tahu apakah ada tawaran dari Jokowi kepada PKS untuk bergabung dalam Pilpres 2019, namun pertemuan itu harus dipandang sebagai gambaran bahwa Jokowi tidak ada masalah dengan partai-partai oposisi.

Wakil Ketua MPR RI itu mengajak semua pihak melihat hal yang lebih besar bahwa pertemuan itu menggambarkan Jokowi tidak ada masalah dalam menjalin komunikasi dengan semua partai politik termasuk yang posisi politiknya tidak bersama-sama dengan partai koalisi pemerintah.

"Sepanjang PKS memiliki cita-cita politik yang sama untuk mewujudkan politik kebangsaan berdasarkan Pancasila, tentu perjuangannya lewat jalan Islam seperti yang menjadi garis ideologi PDI Perjuangan, saya kira tidak ada masalah," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)