logo rilis

Menyelisik Makna di Balik Pelukan Jokowi dan Surya Paloh
Kontributor
Sukma Alam
12 November 2019, 10:07 WIB
Menyelisik Makna di Balik Pelukan Jokowi dan Surya Paloh
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi menilai Partai NasDem sedang bermanuver politik yang bakal berdampak pada koalisi. Karena itu, Jokowi menegaskan bahwa parpol koalisi tetap solid dan rukun.

"Jokowi ingin memastikan seluruh parpol koalisi bisa bekerja sama dengan kompak, efektif, dan tidak melakukan manuver-manuver yang bisa ditafsirkan sebagai ancaman kekompakan parpol koalisi," katanya, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan pesan semacam itu perlu disampaikan Jokowi karena pada periode kedua pemerintahannya ingin mengakselerasi capaian-capaian program yang sudah dijanjikan dalam kampanyenya.

Ade melihat bahwa Jokowi tidak akan main-main dan memberi ruang terlalu luas bagi parpol dalam koalisi untuk berimprovisasi sendiri-sendiri tanpa koordinasi atau "lampu hijau" darinya.

"Jokowi tidak ingin ada manuver-manuver yang tidak perlu yang berpotensi menjadi polemik atau menimbulkan asumsi publik yang berdampak terhadap kesolidan parpol koalisi," katanya.

Namun, Ade memaklumi karena tantangan yang dihadapi pada periode kedua pemerintahan Jokowi semakin berat, terutama dampak perang dagang dan pelambatan ekonomi dunia.

"Ini bisa berdampak terhadap persoalan ekonomi dan politik nasional. Makanya, manuver-manuver yang tidak perlu bisa dianggap sebagai sandungan dalam upaya akselerasi capaian program," katanya dilansir Antara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya berpelukan erat dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pelukan itu atas permintaan Jokowi sesusai pidato di acara ulang tahun Partai NasDem.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID