Home » Inspirasi » Sosok

Menunggu Takdir Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Golkar

print this page Kamis, 7/12/2017 | 16:17

ILUSTRASI: Hafiz

SEPERTINYA kali ini akan menjadi takdir bagi Airlangga Hartarto menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar setelah dalam Munas 2014 dan Munaslub 2016 namanya selalu beredar dalam bursa calon.

Para elite dan sesepuh Golkar sudah satu suara. Presiden Jokowi pun kabarnya sudah memberikan 'restu' bahkan tidak harus mundur dari jabatan Menteri Perindustrian. Permasalahannya cuma satu, menunggu Setya Novanto mundur.

Mantan Ketua Komisi VI ini memang pantas untuk memuncaki Partai Beringin. Kendati sempat tersingkir dalam munas, putra mantan Menteri Perindutrian era Orde Baru, Hartarto Sastrosoenarto, ini bukan dari golongan kader yang gampang sakit hati lalu membuat munas tandingan. 

Sebelum menjadi anggota DPR, Airlangga banyak berkecimpung di dunia pasar modal. Airlangga adalah sosok yang terlibat aktif untuk perkembangan dan kemajuan dunia pasar modal Indonesia. Lompatan yang dilakukannya di dunia bisnis emiten itu membuat negara merasakan nikmat dari transaksi yang dilakukan di pasar modal.

Insentif pajak bagi perusahaan terbuka (Tbk) yang bertransaksi di pasar modal adalah salah satu hasil perjuangannya. Kini, usulan Airlangga itu banyak dinikmati dunia pasar modal Indonesia. Banyaknya jumlah perusahaan yang mencatatkan saham perusahaannya otomatis menjadi sumber pemasukan pajak bagi pemerintah.

Kiprah politik penulis buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia ini melekat erat pula dengan latar belakang pendidikannya. Lulusan SMA Kolese Kanisius, Jakarta tahun 1981 dan jebolan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada tahun 1987 ini memang dikenal aktif berorganisasi. 

Di Kanisius, kelahiran Surabaya 1 Oktober 1962 ini sudah menjadi Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Di UGM, semangat keorganisasiannya terasah ketika terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Perjalanan pendidikan suami Yanti K Isfandiary ini terus melesat saat bapak lima anak ini meneruskan pendidikannya di Monash University Australia tahun 1996 dan menyabet gelar MBA. Dilanjutkan ke University of Melbourne, Australia, tahun 1997 untuk mendapatkan Master of Management Technology (MMT). Dengan ‘bahan baku’ itulah, Airlangga Hartarto aktif menjadi pebisnis. 

Airlangga adalah pemilik sejumlah perusahaan. Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk ini juga menjabat Komisaris PT Sorini Corporation Tbk.

Pengalaman profesional dan organisasi Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 20011-2014 ini memantapkan Partai Golkar untuk meminangnya jadi anggota Dewan. Airlangga pun maju ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2005-2009. Kemudian terpilih lagi menjadi anggota DPR periode 2009-2014. 

Rupanya pada periode 2014-2019 pun Airlangga dipercaya lagi oleh rakyat dan mulus kembali menjadi anggota Dewan dari daerah pemilihan Jawa Barat V (Dapil Kabupaten Bogor).

Siapa tokoh yang dikagumi Ketua Barisan Muda Kosgoro 1957 ini? Airlangga mengungkapkan kekagumannya pada ajaran ‘Tujuh Hal yang Harus Dihindari’ Mahatma Gandhi. Ketujuh hal yang dimaksud adalah: kaya tanpa bekerja, kesenangan tanpa kesadaran, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, penghargaan tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

sosok airlangga hartarto golkar menperin