logo rilis
Menunggu Kolaborasi Densus dan Kopassus Tumpas Teroris
Kontributor
Sukardjito
17 Mei 2018, 08:33 WIB
Menunggu Kolaborasi Densus dan Kopassus Tumpas Teroris
ILUSTRASI: RILIS.ID/Anto

RILIS.ID, Jakarta— Rentetan aksi penangkapan teroris kurun waktu sembilan hari ini, tak hanya dilakukan oleh Densus 88 antiteror, tetapi Polri juga menggandeng pasukan elite TNI, Kopassus dalam penggerebekan dan penangkapan pelaku teror.

"Pak Kapolri sudah sampaikan, Kopassus sudah masuk gabung," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Rabu (15/5/2018).

Setyo melanjutkan, pasukan yang akan bersentuhan langsung dengan Kopassus nantinya adalah Brimob.

Sementara itu, TNI tengah menyiapkan pasukan khusus lainnya menanggulangi aksi terorisme bernama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). 

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo sudah mengizinkan pembentukan Koopssusgab untuk memberantas teror.

Koopssusgab merupakan tim antiteror gabungan tiga matra TNI. Pasukan ini berasal dari Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI Angkatan Darat, Detasemen Jalamangkara TNI Angkatan Laut dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI Angkatan Udara.

Menurut Moeldoko, Koopssusgab berada di bawah komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Ini operasi harus dijalankan untuk preventif agar masyarakat merasa tenang. Saat ini terjadi hukum alam, hukum aksi dan reaksi. Begitu teroris melakukan aksi, kita beraksi, kita melakukan aksi, mereka bereaksi," tambah Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU Terorisme disahkan.Di dalamnya terdapat pasukan khusus darat, laut, dan udara yang terpilih.

"Bisa untuk operasi perang dan operasi selain perang. Intinya siap serahkan pada aparat keamanan, kita siap mengahadapi situasi apapun. Masyarakat nggak perlu resah. Sekali lagi percayakan pada kami," ujar Moeldoko.

Diketahui, kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Setelah itu, terjadi beberapa peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme susulan. Pada Minggu (13/5) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, disusul bom meledak di rusunawa di Sidoarjo, hingga penyerangan ke Mapolda Riau hari ini.

Rangkaian penangkapan pun dilakukan aparat seiring rentetan teror itu. Sebanyak 33 orang ditangkap hingga Rabu (16/5) sore.

"33 jumlahnya sampai hari ini," kata Wakapolri Komjen Syafruddin seusai pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018).


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)