logo rilis
Menterjemahkan Bahasa Ilmiah Jadi Bahasa Populer
Kontributor
Elvi R
03 Mei 2018, 14:30 WIB
Menterjemahkan Bahasa Ilmiah Jadi Bahasa Populer
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bogor— Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Prof. Dr. Dedi Nusyamsi, M.Agr menyampaikan, dengan jumlah penduduk yang sangat besar sekitar 250 juta jiwa, Indonesia merupakan negara pengakses internet dan media online tertinggi di Asia Tenggara. Ini harus dimanfaatkan untuk mendiseminasikan hasil-hasil litbang sumberdaya lahan pertanian kepada seluruh masyarakat ujar Dedi saat pembukaan acara Bimbingan Teknis Penulisan Artikel Populer yang dihadiri oleh tim diseminasi dan peneliti lingkup BBSDLP tadi pagi di Cimanggu Bogor. 

Produk litbang sumberdaya lahan berlimpah namun demikian diseminasinya masih terbatas. Ini disebabkan karena diseminasi dalam bentuk jurnal, prosiding, buku dan lain-lain umumnya menggunakan bahasa ilmiah yang sulit difahami masyarakat biasa. "Oleh karena itu untuk meningkatkan efektivitas dan penderasan informasi hasil litbang melalui media online perlu translate bahasa ilmiah menjadi bahasa populer yang mudah dipahami" ujar Dedi di Bogor, (3/5/2018).

Untuk itulah maka BBSDLP mengadakan Bimbingan Teknis Penulisan Artikel Populer kata Dedi menambahkan. Ini ditindaklanjuti oleh Kepala Bidang Kerjasama Pendayagunaan Hasil Penelitian BBSDLP Dr Yiyi Sulaeman dengan mengundang narasumber wartawati senior Evi Syafiefa Firstantinovi, SP dari Media Pertanian.

Selanjutnya Yiyi menyampaikan, tujuan dari bimtek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tim diseminasi dan para peneliti lingkup BBSDLP dalam menulis produk litbang sumberdaya lahan dalam bentuk artikel populer.  

"Ini sesungguhnya menindaklanjuti arahan Kepala Badan Litbang Pertanian agar penderasan informasi hasil litbang lebih cepat, lebih efektif, dan kena sasaran," kata Yiyi menambahkan. 

Lebih lanjut Dedi mengatakan, proses memviralkan hasil litbang melalui media online merupakan cara penyebaran informasi yang cepat, efektif, dan komunikatif sehingga tulisan tersebut harus padat, ringkas, dan menarik namun substansinya tetap muncul. Evi mengamini apa yang disampaikan oleh Dedi dan mengatakan bahwa tulisan ilmiah populer itu harus menghibur, menimbulkan gengsi, informatif, menambah pengetahuan, menambah keterampilan pembaca, bahkan dapat membantu memecahkan masalah bagi pembaca.

Selanjutnya Evi mantan wartawan TRUBUS itu mengatakan, BBSDLP memiliki modal yang besar Karena memiliki hasil litbangnya yang banyak. Sehingga, sumber atau bahan untuk membuat berita sangat banyak. Selain itu BBSDLP juga memiliki sumberdaya manusia yang handal karena umumnya memiliki ijazah S1, S2, bahkan banyak S3 ujar Evi menambahkan.  

Media online saat ini kekurangan artikel, informasi atau berita. Ini peluang besar bagi BBSDLP atau instansi lainnya untuk menderaskan informasi hasil litbang kepada masyarakat.  "Tentu harus dengan bahasa yang sederhana, ringan, dan mampu menarik minat pembaca ujar Evi menambahkan.

Dengan adanya bimtek ini diharapkan apa yang dilakukan dan dihasilkan oleh para peneliti lingkup BBSDLP saat ini bisa sampai kepada para stakeholder. Bahkan hasil tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan oleh para petani.

Sumber: Ladiyani R/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)