logo rilis
Menteri PUPR Penuhi Panggilan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
14 Mei 2018, 10:52 WIB
Menteri PUPR Penuhi Panggilan KPK
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di auditorium Kementerian PUPR. FOTO: Humas Kementerian PUPR

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, penuhi panggilanKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Panggilan kali ini merupakan penjadwalan ulang dari pekan lalu.

Ia datang sekiranya pukul 09.40 WIB. Tak banyak yang disampaikan olehnya. Basuki hanya berujar ia diperiksa untuk Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan (RE).

"Kalau dari undangannya sih untuk RE," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Basuki sedianya akan menjadi saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait proyek PUPR tahun 2016.

Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap pada proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2016, Rabu (31/1/2018).

Rudi diduga menerima hadiah atau janji atau suap yang bertentangan dengan kewajibannya. Suap untuk Rudi tersebut diduga diberikan oleh mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary.

Amran diduga menerima sejumlah uang pada proyek di PUPR tersebut dari beberapa kontraktor, salah satunya Dirut PT WTU Abdul Khoir.

Dalam kasus ini, Rudi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)