logo rilis
Menteri Hobi Bikin Gaduh Layak di Reshuffle?
Kontributor
Intan Nirmala Sari
11 Januari 2018, 18:36 WIB
Menteri Hobi Bikin Gaduh Layak di Reshuffle?
FOTO: RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, Presiden perlu memperhitungkan dan mengkaji menteri mana saja yang layak diganti dalam rencana reshuffle kabinet terbaru. 

"Beberapa menteri yang menimbulkan kehebohan kan, misalnya Menteri Perdagangan (Mendag). Dengah kehebohan kebijakan gula rafinasi, harga eceran tertinggi (HET) dan sebagainya, ini kan menimbulkan kegaduhan," kata Enny kepada rilis.id di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut telah berdampak pada fluktuasi harga secara mendadak di masyarakat. Bahkan, Februari yang seharusnya menjadi mas jelang panen, justru harga beras bergejolak. 

"Tapi itu, belum tentu juga karena kinerjanya Mendag, bisa jadi karena pekerjaan di kementerian teknisnya," jelasnya.

Terkait kegaduhan yang ditimbulkan antar kementerian, khususnya antara Menteri Susi dengan Menteri Luhut, Enny menilai hal itu bergantung pada pimpinan teamwork, Presiden Joko Widodo. 

"Mungkin yang harus diperbaiki koordinasinya, harusnya ada sinergi antara kementerian," ungkapnya.

Untuk itu, Enny menilai, penting bagi presiden memiliki alat atau instrumen untuk mengevaluasi kinerja para menteri. Dengan menggunakan instrumen atau alat evaluasi, presiden bisa menentukan mana yang layak dan tidak. 

"Menteri-menteri itu punya raport masing-masing. Jadi presiden kaya pegang raport sekolah. Kalau nilainya enggak bagus, enggak lulus, terpaksa harus ambil tindakan (reshuffle) dan kebijaksanaan," tandasnya.


#Reshuffle Kabinet Jokowi
#INDEF
#ENny Sri hartati
500
komentar (0)