Home » Bisnis

Menteri Hanif Evaluasi Industri Berbahan Baku Berbahaya

print this page Jumat, 12/1/2018 | 21:38

Olah TKP kebakaran pabrik kembang api oleh Inafis Bareskrim Polri di Kosambi, Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2017). Kebakaran yang terjadi Kamis (26/10) itu menewaskan 47 orang serta melukai puluhan orang. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Surabaya— Kementerian Ketenagakerjaan akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang menggunakan bahan baku berbahaya. Langkah itu untuk mengantisipasi, agar kejadian seperti kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Banten, tidak terulang.

"Kita evaluasi seluruh industri yang menggunakan bahan berbahaya akan kita evaluasi, dan kita cek," kata Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri saat peringatan bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (12/1/2018).

Selain mengevaluasi, pihaknya juga akan melakukan pembinaan agar perusahaan tersebut menerapkan standar K3 secara benar. Hanif mengancam akan menempuh langkah hukum, jika peringatan dan pembinaan itu tidak dipatuhi.

"Kita juga tidak ragu untuk menempuh langkah hukum," katanya. 

Berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun setiap tahunnya. 

Rinciannya, pada 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus, pada 2016 sejumlah 105.182 kasus atau mengalami penurunan 4,6 persen, sedangkan sampai Agustus 2017 terdapat 80.392 kasus. 

Penulis Budi Prasetiyo
Editor Eroby JF

Tags:

M Hanif DhakiriIndustriKesehatan dan Keselamatan Kerja