logo rilis

Menteri Amran Tak Gagal Wujudkan Swasembada Pangan, Ini Buktinya
Kontributor

13 Januari 2018, 19:56 WIB
Menteri Amran Tak Gagal Wujudkan Swasembada Pangan, Ini Buktinya
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Bidang Data Komoditas Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Anna Astrid, menegaskan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tak gagal dalam mewujudkan swasembada pangan. Sebab, mampu menggenjot produksi empat komoditas strategis sejak 2015.

"Dalam tiga tahun terakhir, kita secara bersama-sama telah berhasil menjaga kedaulatan pangan. Kini sudah swasembada empat komoditas sekaligus," ujarnya dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Sabtu (13/1/2018). Keempat komoditas itu, adalah aneka cabai, bawang merah, jagung, dan beras.

Kedaulatan pangan, imbuh Anna, tetap terjaga dan semakin kuat. Dia mencontohkan dengan tiada impor beras umum, aneka cabai, dan bawang merah sejak 106. Jagung pakan ternak pun demikian sejak 2017. Bahkan, mampu ekspor bawang merah 7.500 ton ke enam negara jiran.

"Tidak hanya sukses mewujudkan kedaulatan pangan, tetapi juga menyejahterakan petani," tegasnya. Buktinya, jelas Anna, data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui jumlah rumah tangga petani sejahtera meningkat dari 85,25 persen pada Maret 2014 menjadi 85,87 persen di Maret 2017. Jumlah absolut penduduk sejahtera atau tidak miskin pun demikian.

Anna mengingatkan, tingkat ketahanan pangan Indonesia turut melonjak drastis dibanding negara lain. Hal tersebut tercermin dari hasil evaluasi Economist Intelegence Unit (EIU) tentang Global Food Security Index (GFSI) 2017. Posisi Indonesia naik menjadi peringkat 69 dari 113 negara.

"Dan dari aspek ketersediaan pangan, peringkat 64 dari peringkat 76 tahun 2014," bebernya. "Hasil evaluasi EIU terhadap Food Sustainability Index, Indonesia peringkat 21 dari 25 negara. Dari aspek keberlanjutan pertanian, peringkat 16 di atas Amerika Serikat, Cina, dan India," sambung dia.

Anna menambahkan, BPS belum bisa mempublikasikan terkait data produksi. Soalnya, BPS tengah mengumpulkan dan mengolah data produksi pangan. "Direncanakan pada tahun 2018 ini, BPS akan merilis metode baru perhitungan produksi pangan dan angka-angkanya," tuntasnya.


#Kementan
#Anna Astrid
#Amran Sulaiman
#Swasembada Pangan
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)