logo rilis

Menteri Amran Minta Penerima Program Bekerja Maksimalkan Bantuan
Kontributor

23 Mei 2018, 13:53 WIB
Menteri Amran Minta Penerima Program Bekerja Maksimalkan Bantuan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berbincang dengan penerima Program Bekerja Kementan (kaus kuning) di Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kecamatan Ledok Ombo, Jember, Rabu (23/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jember— Penerima bantuan Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Jember, Jawa Timur, diminta memelihara ayam yang diberikan dengan sebaik mungkin. Sebab, produksinya akan baik pula.

"Dirawat seperti merawat diri sendiri. Kalau dirawat dengan baik, dia akan memberikan yang terbaik," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat peluncuran Program Bekerja di Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kecamatan Ledok Ombo, Jember, Rabu (23/5/2018).

Jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini pun mengimbau, ayam kampung yang diberikan tak langsung dijual. Tapi, dipelihara karena akan bertelur sejak umur enam bulan, dan terus berproduksi sampai dua tahun.

"Satu telur harga Rp1.500 hingga Rp2.000. Kalau 50 telur, penghasilan per bulan bisa Rp2,2 juta," jelasnya. Tiap rumah tangga miskin (RTM) sasaran Program Bekerja menerima 50 ekor ayam, selain tanaman.

Agar masyarakat bisa merawat ayam dengan baik, Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan tim sebagai pendamping, termasuk kandang dan pangan gratis hingga ayam berproduksi.

Selain itu, Kementan juga mengucurkan bantuan berupa bibit kopi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember, namun dalam skala ekonomi lebih besar.

Pasalnya, penanaman kopi dilakukan secara kluster atau di tiga kecamatan, sehingga mendorong lahirnya industri.

Tanaman kopi diberikan, lantaran agroklimatnya cocok. Kementan pun meminta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) memberikan pendampingan.

"Ini harus yang terbaik," pungkas Menteri Amran.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)