logo rilis
Mensos: Tagana Aset Beharga Kementerian Sosial
Kontributor
Taufiqurrohman
02 April 2018, 15:07 WIB
Mensos: Tagana Aset Beharga Kementerian Sosial
Menteri Sosial Idrus Marham. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, mengatakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) merupakan aset penting Kementerian Sosial dalam hal penanganan bencana.

"Tagana merupakan potensi yang sangat berharga bagi Kementerian Sosial, terutama dalam menerapkan pratek penanggulangan bencana berbasis masyarakat," kata Mensos dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Oleh karena itu, ia meminta Tagana untuk selalu menjadi garis terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Mensos pada puncak HUT ke-14 Tagana, yang berlangsung di Lapangan Logending Pantai Ayah Kebumen menyampaikan, apresiasi dan rasa bangganya kepada Tagana Indonesia atas kerja keras dan kerja ikhlasnya dalam penanganan kebencanaan di Indonesia.

"Saya bangga dan bahagia berdiri di depan para relawan kemanusiaan yang senantiasa mengabdikan dirinya untuk membantu orang lain. Tak terhitung kiprah telah dilakukan Tagana yang berdiri pada 2004 lalu. Kehadiran saudara di tengah masyarakat sebagai yang pertama untuk menolong dan peduli telah nyata dirasakan oleh masyarakat," paparnya.

Dikatakannya, Indonesia memiliki potensi bencana alam yang sangat tinggi di Asia Tenggara. Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan semua unsur masyarakat agar bisa mengurangi dampak bancana dan korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir, sejak awal 2017 sampai 4 Desember 2017, terdapat 2.175 kejadian bencana di Indonesia dengan jumlah korban meninggal mencapai 335 orang, korban luka-luka sebanyak 969 orang, dan korban mengungsi dan menderita sebanyak 3,22 juta orang.

Sementara itu berdasarkan Data Markas Komando Tagana Training Centre Sentul Bogor Jawa Barat, sepanjang Januari dan Februari 2018 telah terjadi sebanyak 224 bencana alam di Indonesia, jumlah ini meningkat dibanding periode yang sama tahun 2017 sebanyak 115 bencana alam.

Dari total 224 bencana alam tersebut, terbagi 36 bencana gempa bumi, 59 bencana banjir, 34 bencana tanah longsor, 68 bencana puting beliung, 26 bencana kebakaran, dan satu bencana erupsi Gunung Sinabung.

Bencana alam sepanjang Januari-Februari 2018 merenggut nyawa 29 orang meninggal, 33 orang luka berat, 39 orang luka ringan, 1.829 orang mengungsi. Bencana juga menyebabkan 1.662 unit rumah rusak berat, 3.583 rumah rusak sedang, dan 6.459 rumah rusak ringan, dan korban terdampak sebanyak 146.794 Kepala Keluarga (KK).

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)