logo rilis

Mensos Imbau Kepala Daerah Rajin Cek Data Penerima Bansos
Kontributor

14 Maret 2018, 23:12 WIB
Mensos Imbau Kepala Daerah Rajin Cek Data Penerima Bansos
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Lebak— Menteri Sosial Idrus Marham mengimbau para kepala daerah rajin mengecek kondisi, dan data masyarakat yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos).

"Saya minta kepala daerah agar rajin-rajin menyisir data rakyat. Kalau rajin disisir, maka pasti bisa mendapatkan bantuan pada saat terjadi kebutuhan mendesak," kata Menteri Sosial Idrus Marham dalam kunjungan kerjanya ke Banten, Rabu, (14/3/2018).

Hal ini sekaligus merespons kasus gizi buruk di Kampung Cibuah Talang, Desa Cibuah, Warung Gunung, Lebak, Banten.

Menurut Mensos, bila perbaikan data dapat dilakukan dengan baik, maka kondisi rakyat akan bisa lebih terantisipasi dengan baik.

"Jadi kalau rajin dicek datanya dan memenuhi syarat, bisa mendapatkan bantuan, misalnya, Program Keluarga Harapan (PKH). Maka kebutuhan-kebutuhan mendesaknya bisa terpenuhi. Kami sudah meminta pendamping, TKSK, dan kepala daerah agar menyisir warga dan memperbaharui data tersebut. Posisi kementerian adalah menetapkan data dari daerah setiap enam bulan," katanya.

Merujuk Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, paparnya, diatur alur verfikasi dan validasi data secara berjenjang dari tingkat kelurahan, bertingkat sampai gubernur, sebelum sampai ke Kementerian Sosial.

Karena itu, Mensos berpesan kepada kepala daerah di tingkat provinsi dan kota/kabupaten agar memastikan aparatnya dari tingkat bawah seperti RT/RW, desa, kecamatan, dan kepala dinas sosial, berperan aktif memonitor kondisi rakyatnya.

Dari sini, ucap Mensos, akan bisa didapatkan data baru, mana di antara mereka yang kondisinya memenuhi syarat untuk diberikan bantuan.

Kemudian data ini bisa masuk dalam Basis Data Terpadu, sehingga bantuan sosial bisa menjangkau warga yang menenuhi syarat.

"Jadi lakukan penyisiran dan perbaharui datanya. Bagi warga yang memenuhi syarat, hampir pasti mereka akan dapat bantuan seperti rastra sebanyak 10 kg, kemudian bantuan lain seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar (KIP)," kata politisi Partai Golkar ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)