logo rilis

Mensos Idrus Akan Jadi Saksi Eni Saragih di KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
18 Juli 2018, 13:25 WIB
Mensos Idrus Akan Jadi Saksi Eni Saragih di KPK
Mensos Idrus Marham. FOTO; RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Sosial Idrus Marham akan dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rencananya ia akan menjadi saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau 1 yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Juru Bicara KPK Febri Diansyag mengungkap, bahwa surat panggilan pemeriksaan terhadap Menteri Sosial Idrus Marham telah dilayangkan hari ini. Lalu tak hanya Idrus, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir juga turut menjadi saksi.

Idrus rencananya bakal diperiksa besok, Kamis (19/7), sementara Sofyan pada Jumat (120/7).

"Besok Kamis dan Jumat direncanakan pemeriksaan saksi Idrus Marham dan Sofyan Basir. KPK telah menyampaikan surat panggilan secara patut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Rabu (18/7/2018).

Febri menyampaikan keterangan Idrus maupun Sofyan diperlukan guna menerangkan duduk perkara. Keterangan Idrus sendiri diperlukan mengingat Eni Maulani Saragih diangkut oleh KPK saat menghadiri acara di rumah dinas Idrus Marham.

Sementara itu, Sofyan dipanggil setelah rumah pribadi dan ruang kerjanya di kantor pusat PT PLN digeledah beberapa waktu lalu. Tim penyidik KPK membawa sejumlah dokumen terkait proyek PLTU Riau-I dari rumah maupun kantor Sofyan.

"Para saksi ini dibutuhkan keterangannya tentang apa yang ia ketahui terkait perkara yang sedang kami proses ini," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Eni Saragih dan salah satu pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp4,8 miliar secara bertahap dari Kotjo.

Saat operasi tangkap tangan (OTT), Eni menerima Rp500 juta dari Kotjo. Uang tersebut pemberian keempat dari total Rp4,8 miliar yang telah ia terima dari Bos Apac Group itu.

Proyek PLTU Riau-I yang masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt itu rencananya akan digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali dan China Huadian Engineering Co. Ltd.
 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)