logo rilis
Menkopolhukam Hadiri Panen Benih Beras Premium Inpari 32 di Animha
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 11:05 WIB
Menkopolhukam Hadiri Panen Benih Beras Premium Inpari 32 di Animha
Panen Benih Beras Inpari 32. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Merauke— Panen padi bersama di hamparan sawah seluas 80 hektar di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, merauke yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal Purn Wiranto, Plt Gubernur Papua Mayjen Purn Sudarmo, Komisi IV DPR RI Sulaiman Hamzah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Deputi 2 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bupati Merauke, Kadis TPH Papua,  Kementan diwakili Kepala BBP2TP, Haris Syahbuddin dan Kepala BPTP Balitbangtan Papua Yuliantoro Baliadi. Panen juga dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait lainnya.

Panen Padi varietas Inpari 32 HDB menghasilkan ubinan BPS 5,6 ton per hektare gabah kering panen (GKP) meningkat dari produktivitas hasil yang biasanya berkisar 3,5 hingga 4,2 ton per hektare GKP.  Hasil panen akan digunakan untuk benih di musim gadu. Hingga saat ini baru 10 ribu hektar luas tanam padi musim rendeng yang dipanen dari eksisting 60 ribu per hektare. Panen akan terus berlangsung secara bertahap.

Harga beras di tingkat petani stabil Rp7.000 sd Rp7.300 per kilogram. Hasil panen tergolong bersih dan disukai oleh Menkopolhukam. “Makan itu utama, badan sehat dulu baru berpikir lainnya," tegas Wiranto.

Luasan 80 hektar ini mewakili hamparan kawasan 1.025 hektar dari  33.361 hektar sawah yang terhampar di Merauke. Program Upaya Khusus (Upsus) Pajale di Propinsi Papua telah berhasil meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi 27 ribu hekatre yang semula 23 ribu hekatre untuk musim gadu 2018.  

Haris Syahbuddin, Kepala BBP2TP yang juga menjabat Ketua Harian Perbatasan, Kementan, menyatakan optimistis panen di gerbang timur NKRI pada areal pertanian Merauke ini semakin mewujudkan cita-cita untuk mengisi lumbung pangan berorientasi ekspor (LPBE)- Perbatasan, paradigma baru perwujudan nawacita pemerintahan Jokowi-JK untuk memperkuat ketahanan negara melalui pangan dari wilayah pinggiran/perbatasan.

Adopsi varietas padi Inpari 32 juga menjadi perwujudan harapan Pemkab Merauke menuju produsen beras premium untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor ke PNG serta negara-negara Pasifik lainnya. BPTP Balitbangtan Papua telah menderaskan hilirisasi inovasi teknologi VUB bersinergi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Merauke. Sekitar 400 KK petani yang merupakan Orang Papua Asli di Merauke terus digerakkan dan ditingkatkan kemampuan untuk mengolah sawahnya melalui kegiatan penyuluhan.  Setiap KK mampu mengolah minimal 1 hektar lahan sawah

Pada panen ini juga dibagikan secara simbolis alsintan berupa handtractor, pompa air, dan alat tanam transplanter

Sumber: (Yuliantoro Baliadi/Balitbangtan)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)