logo rilis

Menkeu: Pemerintah Fokus Bangun SDM
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
11 Mei 2018, 16:03 WIB
Menkeu: Pemerintah Fokus Bangun SDM
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Pontianak— Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah saat ini fokus selain pembangunan infrastruktur juga pada membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal tersebut diungkapkan saat memberikan orasi ilmiah pada dies natalis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak ke-59.

"Indonesia memiliki populasi sekitar 309 juta saat 2045 atau 100 tahun setelah kemerdekaan. Populasi tersebut tidak akan menjadi aset bagi republik ini apabila tidak memiliki pendidikan, kesehatan dan keterampilan yang baik. Oleh karena itu pemerintah sekarang fokus membangun sektor SDM," ujarnya di Pontianak, Jumat (11/5/2018).

Sri menjelaskan, bukti keseriusan pemerintah terhadap peningkatan SDM, satu di antaranya telah mengalokasikan Rp3 triliun untuk vokasi, revitalisasi pendidikan kejuruan dan keterampilan.

"Pemerintah juga meningkatkan beasiswa LPDP yang saat ini total nya untuk 18.400 mahasiswa baik melalui bidik misi dan lainnya. Itu semua agar pendidikan lebih baik dan SDM semakin bersaing," papar dia.

Pada kesempatan tersebut Sri juga menggambarkan secara umum progres pembangunan ekonomi Indonesia setelah reformasi. Menurutnya, untuk membangun pondasi ekonomi yang kuat, transparan, akuntabel dan lainnya telah lahir sejumlah peraturan perundagan-undangan.

"Produk peraturan perundang-undangan sudah banyak seperti BPK, OJK, BI, KPPU dan lainnya. Itu semua untuk penguatan pondasi keuangan dan ekonomi Indonesia secara umum," jelas dia.

Dikatakan dia yang juga perlu perhatian semua pihak saat ini soal isu kemiskinan. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan di bawah 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"Angka kemiskinan kita masih 10,12 persen. Namun, kita optimis jika program untuk itu yang telah dialokasikan sebesar Rp288,7 triliun berjalan dengan maksimal di lapangan, kemiskinan Indonesia bisa ditekan di bawah 10 persen," sebut dia.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)