logo rilis
Menkeu Klaim Pembiayaan Utang Triwulan I Terkendali
Kontributor
Fatah H Sidik
16 April 2018, 21:35 WIB
Menkeu Klaim Pembiayaan Utang Triwulan I Terkendali
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan, pembiayaan utang pada triwulan I-2018 relatif terkendali. Yakni, mencapai Rp148,2 triliun dari target Rp399,2 triliun (37,1 persen).

"Ini penurunan drastis untuk pembiayaan utang, yaitu tumbuh negatif 21 persen dari periode sama tahun lalu," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Pembiayaan utang ini lebih rendah dari realisasi triwulan I-2017 sebesar Rp187,9 triliun, karena pemerintah mulai mengelola APBN secara hati-hati (prudent). "Dan tidak ugal-ugalan," jelasnya.

Ani, sapaannya, menerangkan, pembiayaan utang didukung penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp143,8 triliun dari target Rp414,5 triliun (34,7 persen). Tingginya SBN hingga akhir Maret 2018, lantaran pemerintah mengantisipasi gejolak ekonomi global.

"Penerbitan SBN ini juga turun, karena tumbuh negatif 24,5 persen dari penerbitan SBN pada triwulan I-2017 sebesar Rp190,4 triliun," tambahnya.

Dia melanjutkan, kondisi penerbitan SBN pada triwulan I-2018 turut didukung rata-rata bunga utang baru sebesar 4,89 persen. Angka itu lebih rendah dari triwulan I-2017 sebesar 5,39 persen.

Pemerintah hingga kini masih menerapkan strategi pembiayaan utang secara hati-hati dengan memperhitungkan biaya, risiko, kapasitas, efisiensi, produktivitas, serta keseimbangan. Dengan memanfaatkan kepercayaan investor yang meningkat, diharapkan ada perluasan basis investor.

Berdasarkan dokumen APBN 2018, diketahui pemerintah mengasumsikan rasio utang akhir 31 Maret sebesar 29,78 persen terhadap PDB dengan jumlah utang Rp4.136,39 triliun. Peningkatan rasio disebabkan penerapan strategi front loading atas pembiayaan APBN untuk mengantisipasi risiko peningkatan pendanaan di pasar keuangan.

Beberapa risiko tersebut, antara lain dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Fund Rate), potensi terjadinya perang dagang, dan ekskalasi konflik geopolitik dunia.

Setelah semester I-2018, rasio utang diproyeksikan menurun seiring meningkatnya PDB Maret yang diasumsikan mencapai Rp13.891,15 triliun.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)