logo rilis
Menjaga Situs Bung Karno di Ende, Gus Jazil: Agar Anak dan Cucu Paham Sejarah Perjuangan
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Juli 2020, 22:00 WIB
Menjaga Situs Bung Karno di Ende, Gus Jazil: Agar Anak dan Cucu Paham Sejarah Perjuangan
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengunjungi Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2020). FOTO: Biro Pemberitaan MPR

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan berjuang untuk kemerdekaan bangsa merupakan perbuatan mulia dan luar biasa. Hal itu dikatakannya setelah mengunjungi Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2020).

“Bung Karno pada masa itu diasingkan di kota kecil dan terpencil namun tetap gigih berjuang,” ujarnya di Ende, Selasa (28/7/2020)

Untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dikatakan bangsa ini harus mengisinya dengan perbuatan nyata. Di Ende, kata dia, banyak jejak dan peninggalan Soekarno saat menjalani masa pengasingan. 

Untuk itu politisi PKB berharap agar Kabupaten Ende mendapat perhatian dari pemerintah pusat. “Agar masyarakat Ende menjadi bangga dari apa yang dimiliki di tempat ini,” tuturnya.

Dirinya berharap situs pengasingan lebih mendapat perhatian dari pemerintah. Selama ini sepertinya di tempat itu hanya sebatas menjaga apa yang ada. Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mendorong agar di sekitar situs pengasingan ada lahan parkir sehingga kendaraan pengunjung tidak berhenti di jalan. 

Selain itu menurut dia, perlu adanya sentuhan teknologi dari koleksi-koleksi yang ada. Dengan sentuhan teknologi diharap mampu lebih menjelaskan asal usul koleksi dan barang yang ada. “Misalnya, setrika yang ada itu buatan mana,” katanya. 

Sentuhan teknologi lewat digitalisasi koleksi maka bisa dijelaskan setrika itu bikinan daerah atau negara mana.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji minta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperhatikan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende. Ia menyayangkan kalau bantuan dari pemerintah pusat diberikan bila sesuatu itu menguntungkan atau memberikan pendapatan. 

Menjaga situs-situs sejarah perjuangan bangsa menurut pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu perlu agar anak dan cucu kita mengerti dan paham sejarah perjuangan bangsa. 

“Kita harus tahu betapa sulitnya Bung Karno dan keluarga hidup di pengasingan pada tahun 1934,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, generasi millenial lebih paham K-Pop sebab pemahaman dan pendidikan sejarah buat mereka belum disampaikan secara massif dan dengan teknologi dan budaya yang sesuai dengan perkembangan jaman.
 

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID