logo rilis
Menhan: Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Sudah Penuhi Kriteria Kajian Pertahanan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
29 Agustus 2019, 10:00 WIB
Menhan: Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Sudah Penuhi Kriteria Kajian Pertahanan
FOTO: Biro Humas Kemhan

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan, dipilihnya Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota RI yang baru sudah memenuhi kriteria sebagaimana kajian strategis yang telah dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan). 

Hal itu disampaikan Menhan Ryamizard usai memimpin rapat terbatas membahas pemindahan ibu kota dari aspek pertahanan negara di kantor Kemhan Jakarta, Rabu (28/8/2019). 

Rapat yang diikuti oleh jajaran pejabat Eselon 1 Kemhan itu digelar sebagai proses awal perencanaan bidang pertahanan terkait dengan pemindahan ibu kota ke Kaltim. 

"Pemindahan ibu kota sebenarnya merupakan hal yang biasa dan sudah menjadi keputusan Presiden RI Joko Widodo. Beberapa negara pernah melakukan hal serupa seperti Amerika Serikat, Turki, Brasil dan Australia," kata Ryamizard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/8/2019). 

Meski sudah sesuai dengan kajian strategis pertahanan, ujar Ryamizard, namun pihaknya masih perlu melakukan kajian secara komprehensif terkait rencana pemindahan satuan-satuan ataupun markas komando TNI untuk mampu melindungi ibu kota yang baru tersebut.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menuturkan, untuk kendali komunikasi nantinya dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir yang sudah ada.

Sedangkan pertimbangan strategis pemindahan unsur-unsur Kemhan untuk pengamanan ibu kota di Kaltim, secara umum memenuhi standar kekuatan dan kemampuan pertahanan.

"Hal tersebut sejalan dengan kebijakan presiden yaitu pembangunan di bidang pertahanan," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, pembangunan kekuatan pertahanan tidak hanya dilakukan di Jawa saja, melainkan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, menurutnya, memerlukan pembangunan-pembangunan kekuatan, potensi pertahanan dan industri pertahanan. 

"Termasuk di dalamnya konsep tata ruang Kemhan yang lebih efektif dan efisien," ungkap dia. 

Terkait dengan pengaturan tata ruang wilayah dan penggunaan lahan yang teratur dan tepat guna, jelas Ryamizard, perlu dibentuk tim perumus yang terdiri dari semua unit organisasi (UO) Kemhan. Apalagi, menurutnya, rencana penempatan ibu kota berada pada lokasi strategis di tengah Indonesia. 

"Kaltim memiliki infrastruktur yang relatif lengkap baik darat, laut dan udara, serta memiliki risiko bencana yang minimal," paparnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID