logo rilis

Menhan Amerika Mundur Mendadak, Negara Sekutu di Asia Pasifik Kalang Kabut
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Desember 2018, 21:15 WIB
Menhan Amerika Mundur Mendadak, Negara Sekutu di Asia Pasifik Kalang Kabut
Donald Trump dan Jim Mattis. Credit: AP/Susan Walsh

RILIS.ID, Jakarta— Keputusan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis yang mengundurkan diri tiba-tiba dari jabatannya mengundang kekhawatiran di kalangan sekutu negara tersebut di Asia-Pasifik.

Sekutu Amerika itu menyebut, mantan jenderal itu berhasil membangun kepercayaan dan melunakkan hasrat keterpencilan. 

Mattis, yang menganut aliansi tradisional Amerika, mengatakan, dirinya mundur setelah tak sepaham dengan Presiden Donald Trump terkait kebijakan luar negeri, termasuk keputusan-keputusan mengejutkan pekan ini untuk menarik pasukan dari Suriah dan mulai merencanakan jumlah tentara di Afghanistan.

"Dia secara umum dipandang salah satu orang dewasa dalam pemerintahan Trump," kata Senator Jim Molan dari Australia kepada harian the Australian, Jumat (21/12/2018).

Dia mengatakan, pengunduran diri Mattis dikarenakan hal itu memperkenalkan variabel ekstrim baru ke dalam pembuatan keputusan AS. Mattis telah menjadi pengkritik Laut China Selatan, tapi dia bekerja untuk menjamin ketegangan-ketegangan tidak mendidih.

"Dia telah menjadi titik keberlanjutan dan penjaga gawang dalam pemerintahan yang sebagian besar mereka bergantung pada watak insting Trump, yang lebih banyak, saya pikir, berpaham isolasionis dan jelas skeptis mengenai komitmen-komitmen aliansi," kata Euan Graham, pengamat kebijakan luar negeri dan keamanan dan direktur eksekutif La Tobe Asia di Universitas La Trobe.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pada Rabu (19/12/2018), pasukan AS di Suriah akan ditarik, sebuah keputusan yang melanggar kebijakan AS di kawasan itu.

Seorang pejabat AS mengatakan pada Kamis (20/12/2018), Trump berencana menarik sedikitnya 5.000 dari 14.000 prajurit AS di Afghanistan. Mattis telah mendorong kehadiran militer AS yang kuat untuk meningkatkan usaha-usaha perdamaian di sana.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)