logo rilis
Mengupas Susu Kental Manis yang Penuh Kontroversi
Kontributor
Ning Triasih
06 Juli 2018, 16:21 WIB
Mengupas Susu Kental Manis yang Penuh Kontroversi
Susu kental manis. FOTO: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Susu Kental Manis atau disingkat SKM baru-baru ini mendadak ramai diperbincangkan. Gara-garanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan surat edaran pada produsen, importir dan distributor tentang label dan iklan produk SKM.

Dalam surat edaran bertanggal 22 Mei 2018 itu, disebutkan bahwa label dan iklan produk susu kental dan analognya dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima tahun dalam bentuk apa pun, serta menyetarakan SKM dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap gizi, seperti susu sapi, susu yang dipasteurisasi, susu yang disterilisasi, susu formula atau susu pertumbuhan.

Selain itu, BPOM juga melarang pelabelan dan iklan susu kental serta analognya menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Iklan produk SKM juga dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak. 

Menurut BPOM, istilah susu kental manis bisa menyesatkan konsumen sehingga patut dihilangkan. Visualisasi iklan susu kental manis dianggap bisa menjerumuskan konsumen anak-anak, remaja dan dewasa, sehingga perlu diatur.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, susu kental manis alias susu kental atau susu manis adalah susu sapi yang airnya dihilangkan kemudian ditambahkan gula.

Alhasil, susu ini akan mengental dan memiliki rasa yang sangat manis. Susu kental ini umumnya bisa bertahan selama satu tahun jika kemasannya tidak dibuka.

Biasanya, susu kental manis ditambahkan pada makanan penutup seperti kue, jajanan yang membutuhkan rasa manis, aneka minuman dingin, sampai diminum langsung dengan cara diseduh.

BPOM sendiri melarang konsumsi susu kental manis secara langsung, dengan alasan menambah gizi. Apalagi pada bayi.

Ya, SKM sangat tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Susu jenis ini bukanlah susu jenis gizi seimbang, justru lebih banyak kalori ketimbang gizinya.

Menurut ahli nutrini susu kental manis tidak termasuk kategori susu, karena susu sendiri diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia termasuk manusia. Susu murni mengandung kalsium dan protein, sedangkan dalam SKM sangatlah rendah.

Karenanya, SKM lebih tepat dikonsumsi sebagai penambah cita rasa dari suatu makanan atau minuman. Tapi ingat, jangan terlalu berlebihan mengonsumsi susu jenis ini karena mengandung gula yang sangat tinggi.


komentar (0)