logo rilis

Mengupas Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api
Kontributor
Ning Triasih
23 Maret 2018, 13:40 WIB
Mengupas Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api. FOTO: Instagram/@mafuut

RILIS.ID, Jakarta— 23 Maret 1946 menyimpan peristiwa kelam yang dikenal dengan Bandung Lautan Api. Momen itu menjadi tonggak sejarah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari tangan sekutu.

Kala itu, Kota Bandung, Jawa Barat memang bak lautan api, hangus terbakar. Bukan karena ulah sekutu, tapi atas inisiatif para pejuang Tanah Air.

Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200 ribu penduduk Bandung memilih membakar rumah mereka lalu meninggalkannya menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal itu merupakan bentuk respons atas ultimatum sekutu yang memerintahkan untuk meninggalkan kota tersebut.

Pembumihangusan Bandung tentu beralasan. Tujuannya yaitu demi mencegah tentara sekutu dan tentara NICA Belanda agar tak bisa menggunakan Banding sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Adapun peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi beberapa hal berikut:

1. Sekutu menuntut para masyarakat Bandung agar menyerahkan seluruh senjata hasil pelucutan Jepang.

2. Sekutu mengeluarkan ultimatum yang memerintahkan agar kota Bandung bagian utara dikosongkan dari masyarakat Indonesia paling lambat 29 November 1945.

3. Sekutu membagi Bandung menjadi dua sektor, yaitu sektor utara serta sektor selatan.

4. Rencana pembangunan kembali markas sekutu di Bandung.

Pembakaran Bandung kemudian disebut sebagai operasi "bumihangus". Keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) yang dilakukan di depan seluruh pejuang Indonesia pada 23 Maret 1946.

Strategi pembumihangusan Bandung dianggap tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, kekuatan Tentara Republik Indonesia (TRI) kala itu tidak sebanding dengan kekuatan pihak sekutu dan NICA yang berjumlah besar.

Usai peristiwa Bandung Lautan Api, TRI bersama milisi rakyat kemudian melakukan perlawanan gerilya di luar Bandung. Tragedi inilah yang mengilhami lagu perjuangan berjudul "Halo, Halo bandung" yang menjadi kenangan tersendiri.

Tak hanya itu, guna mengenang dan menghargai para pejuang lewat peristiwa pembumihangusan tersebut, didirikanlah Monumen Tugu Bandung Lautan Api. Monumen setinggi 45 meter dan memiliki sisi sembilan bidang ini menjadi markah tanah Bandung.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)