Home » Ragam

Mengingat Sondang Hutagalung, Mahasiswa Pembakar Diri di Depan Istana Negara

print this page Kamis, 7/12/2017 | 20:05

Bakar diri. ILUSTRASI: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Ada peristiwa cukup menggemparkan pada 7 Desember enam tahun silam. Seorang pria bernama Sondang Hutagalung bakar diri di depan Istana Negara, Jakarta.

Ya, tepatnya pada Rabu, 7 Desember 2011, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno tersebut nekat membakar dirinya sendiri. Tiga hari kemudian, 10 Desember, ia meninggal sekitar pukul 17.45 WIB.

Mahasiswa UBK angkatan 2007 itu kemudian dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat itu, prosesei pemakaman Sondang dilakukan layaknya pahlawan yang dianggap rela mengorbankan jiwa raganya untuk Indonesia.

Selain dihadiri keluarga dan sahabat, sejumlah politisi juga turut datang ke prosesi pemakaman Sondang, di antaranya anggota DPR RI asal PDIP Budiman Sudjatmiko, Pengurus Kontras Haris Azhar, Ketua Himpunan Advokasi dan Studi Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi) dan masih banyak lagi.

Sebelum tewas akibat bakar diri, Sondang menjabat sebagai Ketua Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenisme untuk Rakyat Indonesia yang aktif dalam kegiatan "Sahabat Munir". Ia merupakan aktivis yang cukup sering terlibat dalam upaya advokasi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia.

 

 

A post shared by Pujiasa Noriza Abdillah (@pujiasanoriza) on

 

Faktor ketidakadilan menjadi motif di balik aksi nekat almarhum Sondang. Saat itu, ia merasa kecewa terhadap ketidakadilan dan kemiskinan yang melanda sebagian besar masyarakat Indonesia.

Seperti diketahui, Sondang nekat melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara. Akibatnya, ia mengalami luka bakar sangat parah di sekujur tubuhnya hingga 98 persen. Setelah bertahan hidup selama 72 jam, sondang akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Setelah kematiannya, setiap 7 Desember sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas kerap mengenangnya dengan menggelar aksi solidaritas untuk Sondang.

 

 

A post shared by I Wayan Widyantara (@yannonick) on

 

Sebelum aksi bakar diri, Sondang pernah menulis surat di buku harian sang kekasih, berikut isinya dikutip dari akun Instagram @pujiasanoriza.

Terkutuklah buat ketidakadilan.
Terkutuklah buat ketidakpedulian.
Terkutuklah buat kemiskinan.
Terkutuklah buat rasa sakit dan sedih.
Terkutuklah buat para penguasa jahat.
Terkutuklah buat para penjahat.
Setelah aku tidak punya rasa lagi.

Penulis Ning Triasih

Tags:

sondang hutagalungbakar diriistana negara