logo rilis

Mengharukan, Begini Curhatan Awkarin Tinggalkan Instagram
Kontributor
Ning Triasih
23 Oktober 2018, 13:45 WIB
Mengharukan, Begini Curhatan Awkarin Tinggalkan Instagram
Karin Novilda atau Awkarin. FOTO: Instagram/@awkarin

RILIS.ID, Jakarta— Setelah memutuskan tinggalkan Instagram, Karina Novilda atau yang akrab disapa Awkarin kembali muncul dalam sebuah video blog (vlog) terbarunya.

Melalui video berdurasi sekitar 44 menit yang diunggah di channel YouTube Karin Novilda pada Senin (22/10) kemarin, Awkarin curhat panjang lebar soal alasannya cabut dari Instagram.

Pengamatan rilis.id melalui video Awkain yang diberi judul "I Quit Instagram" itu, selebgram yang beberapa waktu lalu jadi relawan di Palu, Sulawesi Tengah ini mengisahkan cerita panjang mulai dari asal-usul orang tuanya, bagaimana cara kedua orang tuanya mendidiknya, hingga kisah pengalamannya pernah menderita depresi.

"Aku adalah anak pertama dari keluarga yang sederhana dan juga berkecukupan. Kedua orang tuaku adalah orang terhebat dalam hidupku. Mereka enggak datang dari keluarga kaya. Tapi dengan semua ketidakcukupan mereka dulu, mereka struggling, supaya mereka bisa memberi kehidupan yang lebih baik kelak buat anak-anaknya, which is aku dan adikku," kata Awkarin membuka cerita dalam video tersebut.

Karin kemudian sedikit memperkenalkan tentang ayah dan ibunya yang berprofesi sebagai dokter, serta bercerita bagaimana kedua orang tuanya mendidiknya hingga bisa menjadi orang yang terbilang sukses seperti sekarang.

"Mamaku adalah seorang dokter gigi yang cantik dan juga pintar. Papaku adalah seorang dokter spesialis mata yang paling tegas dan juga paling ramah, yang bakal kalian pernah kenal. Dengan segala kecukupan yang mereka punya setelah mereka menjadi dokter, dari dulu mereka enggak pernah sama sekali yang namanya manjain anak-anaknya. Mereka enggak pernah beliin barang-barang mewah buat aku ataupun adikku. Mereka juga enggak pernah yang namanya ngebeliin apapun yang aku minta tanpa aku ngasih sesuatu balik ke mereka. Bukan uang bukan juga jasa, tapi mereka mengharapkan sebuah prestasi apa yang bisa kamu kasih ke kita ketika kamu minta sesuatu ini," lanjutnya.

Awkarin mengaku, dirinya adalah tipe orang yang sangat keras. Apapun yang diinginkannya harus terwujud. Sayangnya, kedua orangtuanya tak memanjakan Awkarin. Jadi, ketika ia menginginkan sesuatu, harus lebih dulu ada prestasi yang ia capai. Hingga suatu ketika, orang tua Awkarin memintanya agar jadi juara kelas, sehingga apapun yang diingannya akan diberikan.

"Akhirnya suatu hari mereka ngomong, ini waktu SD udah lama banget. 'Coba kamu juara satu dulu, baru mama kasih yang kamu mau'. Aku juga lupa sih barangnya apa dulu. Tapi aku inget banget pertama kali mamaku ngajarin aku seperti itu, dia ngedidik aku kayak 'coba juara satu dulu' atau 'dapet nilai bagus dulu' untuk mid semester atau apapun itu lah."

Rupanya, tantangan orang tuanya untuk bisa juara kelas benar-benar bisa diwujudkan Awkarin. Iya rela belajar mati-matian demi bisa mendapatkan nilai bagus dan memperoleh peringkat pertama. Itu ia lakukan semata-mata demi dibelikan barang yang diinginkannya. Dan hal itu justru menjadi keterusan dan kebiasaan menjadi juara satu.

"Didikan orang tuaku adalah didikan terhebat menurut aku. Karena dengan segala kecukupan yang mereka punya, mereka bisa aja manjain aku. Bisa banget. Tapi enggak. Mereka memilih untuk mendidik aku sekeras itu, biar aku untuk selalu merendah dan melihat ke bawah. Dan juga gak sombong."

Lalu mengapa seorang Awkarin yang namanya dibesarkan dari Instagram tiba-tiba memutuskan meninggalkan dan menjual akun media sosialnya yang telah memiliki 3,7 pengikut tersebut?

Awkarin kembali memulai cerita tentang pengalaman pahitnya. Ia membeberkan, jauh sebelum ia menjadi selebgram terkenal, tepatnya saat masih SMA, Awkarin mengaku pernah mengalami mental depressian atau mental illness yang cukup parah. Karin sendiri mengaku tak mengetahui apa penyebab di balik depresinya itu. Namun, depresinya itu merupakan rasa takut berlebihan akan kehilangan sesuatu.

"Waktu SMA, depresi aku itu kebanyakan karena aku mikir ini itu. Aku takut akan kehilangan sesuatu, bisa jadi itu orang, gak harus pacar. Seseorang, mungkin sahabat, temen, atau takut kehilangan keluarga, atau siapa pun itu intinya aku takut kehilangan sesuatu. Situasi, momen, atau juga apa yang aku punya aku takut kehilangan. Aku juga takut tergantikan. Terus aku juga takut enggak jadi yang terbaik buat semua orang."

Masa-masa depresi itu dialami Awkarin selama dua tahun dan dilaluinya seorang diri, sebelum akhirnya ia terbebas dari masalah mental tersebut. Namun, suatu saat, depresinya kembali muncul karena mendapat hujatan terkait sebuah video dirinya yang sempat menghebohkan dunia maya.

Untuk cerita lebih lengkapnya terkait alasan di balik Awkarin meninggalkan Instagram, bisa dilihat dalam video Awkarin berikut ini:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)