Home » Ragam

Mengenang 'Madiba' Nelson Mandela di Hari Kematiannya

print this page Selasa, 5/12/2017 | 17:10

Nelson Mandela. FOTO: Instagram/@skytg24hd.

RILIS.ID, Jakarta— Kabar duka menerpa dunia khususnya Afrika Selatan empat tahun silam. Tepatnya pada 5 Desember 2013, seorang tokoh pejuang kemanusiaan Nelson Mandela pergi untuk selama-lamanya.

Jika Anda tahu bagaimana kisah perjalanan hidup seorang Nelson Mandela, pasti Anda ingat bila hari ini, Selasa (5/12/2017) adalah peringatan kematian sosok pria yang mencetak sejarah bagi rakyat Afrika Selatan itu. Sosok yang berkulit hitam pertama yang berhasil menjadi presiden negara tersebut.   

Ya, selama lima tahun pria yang meninggal di usia 95 tahun itu memimpin Afrika Selatan. Terhitung sejak 1994 sampai 1999.

Selain dikenal lantaran menjadi presiden berkulit hitam pertama, pria yang juga akrab disapa Madiba ini menjadi sorotan dunia lantaran pemerintahannya yang berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid. 

Apartheid adalah sebuah program pemerintah yang dikuasai orang berkulit putih yang mencoba menyingkirkan orang berkulit hitam.

Mandela punya tujuan mulia, yakni pemberantasan rasisme, kemiskinan dan kesenjangan. Tak hanya itu, pria yang gemar memakai baju batik Indonesia tersebut juga turut berkontribusi mendorong rekonsiliasi rasial.

Perjalanan hidup Mandela penuh lika-liku. Bahkan bisa dibilang kontroversial nyaris sepanjang hayatnya.

 

 

A post shared by NELSON MANDELA FANPAGE (@nelson__mandela1) on

 

Sewaktu masih hidup, Mandela sempat disebut sebagai teroris dan simpatisan komunis oleh para kritikus. Pernah dipenjara selama 27 tahun oleh pemerintahan Apartheid, dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Mandela justru menyerukan perdamaian. Namun, pada akhirnya ia memperoleh pengakuan internasional terkait sikapnya yang antikolonial dan antiapartheid.

Lebih dari 250 penghargaan telah ia dapatkan, di antaranya Hadiah perdamaian Nobel 1993, Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat dan Order of Lenin dari Uni Soviet.

Sosoknya sangat disegani di Afrika Selatan. Saking dihormatinya, Mandela sering dijuluki sebagai "Bapak Bangsa".

Penulis Ning Triasih

Tags:

Nelson MandelaAntiapartheidApartheidPejuang Kemanusiaan