logo rilis
Mengenal Bapak Perfilman Nasional Usmar Ismail
Kontributor
Ning Triasih
20 Maret 2018, 12:53 WIB
Mengenal Bapak Perfilman Nasional Usmar Ismail
Usmar Ismail jadi Google doodle hari ini, Selasa (20/3/2018). FOTO: Google

RILIS.ID, Jakarta— Ilustrasi sosok pria berkacamata tengah berdiri sambil memegang sebuah alat pemutar film layar lebar jadi tampilan Google doodle hari ini, selasa (20/3/2018). Dia adalah Usmar Ismail.

Rupanya, Google hari ini tengah merayakan ulang tahun Usmar Ismail ke-97. Siapa dia?

Di industri perfilman Indonesia, sosok Usmar Ismail sudah tak asing lagi. Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat 1921 ini dijuluki sebagai Bapak Perfilman Nasional.

Hal itu tentu beralasan. Sepanjang kiprahnya di dunia perfilman Tanah Air sebagai sutradara, Usmar telah menelurkan lebih dari 30 film. Beberapa di antaranya laris-manis di pasaran kala itu, seperti film berjudul Pedjuang (1960), Enam Djam di Djogja (1956), hingga Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi) pada 1950.

Darah dan Doa merupakan film pertama yang resmi diproduksi Indonesia sebagai negara berdaulat. Bahkan, hari pertama syuting film ini kemudian diresmikan sebagai Hari Film Nasional oleh presiden ke-3 BJ Habibie beserta Dewan Film Nasional pada 30 Maret 1950.

Nah, satu film lagi karya Usmar Ismail yang tak kalah fenomenal adalah Tiga Dara (1956). Film inilah yang diangkat Google dalan tampilan doodle bernuansa hitam putih hari ini. Selain itu, ada pula film Catatan Si Boy, Blok M dan masih banyak film lain yang terkenal pada saat itu.

Sayangnya, di usia Usmar yang masih terbilang cukup muda, 49 tahun, nyawanya lebih dulu diambil Sang Kuasa. Usmar Ismail Mengembuskan napas terakhirnya pada 2 Januari 1971 akibat stroke.

Mengenang dan mengapresiasi kontribusinya di Industri perfilman, namanya kemudian diangkat sebagai nama Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Jakarta, serta nama sebuah tempat konser dan pertunjukan lainnya, Usmar Ismail Hall.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)