logo rilis

Mengenal LindungiHutan.org, Platform 'Crowdfunding' untuk Menjaga Lingkungan
Kontributor

19 Mei 2017, 16:32 WIB
Mengenal LindungiHutan.org, Platform 'Crowdfunding' untuk Menjaga Lingkungan
Aktivitas relawan lindungihutan.org. FOTO: Dok pribadi

RILIS.ID, Jakarta— Perkembangan teknologi dapat digunakan untuk mendukung gerakan sosial masyarakat. Salah satunya yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang. Mereka memanfaatkan perkembangan teknologi dengan membuat website lindungihutan.org. Website ini memberikan informasi tentang kondisi hutan dan kerusakan yang sedang terjadi.

Salah Satu pembuat website Chashif Syadzali menjelaskan, ide membuat website tersebut, karena terdapat banyak masalah lingkungan yang terjadi di kawasan sepanjang pantai Semarang, kemudian ide itu disampaikan kepada kawan-kawannya, Hario Laskito Ardi dan Muhammad Mifachtur Robani.

"Akhirnya kami berpikir cara mengajak masyarakat menyelamatkan hutan yang rusak tanpa harus mengganggurutinitas masyarakat yang setiap hari sibuk bekerja," katanya kepada rilis.id, Jumat (19/5/2017).

Chasif mengatakan, sebenarnya kesadaran masyarakat akan lingkungan itu cukup tinggi. Tetapi praktik melestarikan hutan dirasa terlalu menyita waktu. Karena itu, akhirnya ia menggagas ide tentang merawat hutan dan pemulihan lingkungan yang bisa diikuti masyarakat secara online. 

“Lingdungihutan.org adalah sebuah platform crowdfunding dan gerakan menghijaukan Indonesia, dengan cara penggalangan dana untuk penghijauan,” tukas Chasif

Cara kerja lindungihutan.org adalah dengan mengumpulkan dana dari para donatur melalui situs yang tersedia. Kemudian, dana itu didistribusikan kepada masyarakat lokal maupun relawan untuk mendanai gerakan lingkungan.

"Bagi yang ingin terjun langsung sebagai relawan juga bisa mendaftarkan diri secara online melalui situs itu," katanya. 

Chasif menerangkan, terdapat tiga unsur yang perlu diperhatikan dalam menjaga hutan, yaitu: hutan itu sendiri, masyarakat di sekitar hutan, dan masyarakat yang jauh dari hutan. Hutan sendiri mengalami masalah bisa karena alam atau ulah manusia.

Di Semarang, ia mencontohkan, hutan magrove rusak karena abrasi pantai dan juga abainya masyarakat sekitar untuk merawat hutan mangrove yang sudah ada. 

"Sementara itu orang yang jauh dari area hutan seringkali tidak mengetahui informasi mengenai kerusakan hutan, akibatnya mereka tidak bisa membantu," jelasnya.

Sementara itu, relawan lindungihutan.org Bambang Subeno menambahkan, website ini mempermudah orang untuk ikut berkontribusi terhadap masalah lingkungan.

"Melalui website ini, kita tau jelas kontribusinya, tidak cuma penanaman, bahkan kita bisa  memantau hasil faktor emisi yang dapat dihasilkan dari kegiatan lindungihutan.org,” ujatnya.

Bambang juga mengharapkan pemerintah untuk memanfaatkan website ini sebagai rujukan untuk mengadakan penanaman hutan. Ia juga menyarankan untuk tim lindungihutan.org untuk mengembangkan lebih lanjut website tersebut.

“Dengan adanya website ini masyarakat bisa terkoneksi langsung terhadap permasalahan di hutan, sambil memikirkan solusinya di mana saja dan kapan saja,” imbuh Bambang. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)