logo rilis
Mengenal Lebih Dekat Bandara Antarbangsa Kertajati
Kontributor
Yayat R Cipasang
11 Juni 2018, 12:23 WIB
Mengenal Lebih Dekat Bandara Antarbangsa Kertajati
Patung Dayang Sumbi sudah siap menyambut penumpang di pintu masuk terminal. FOTO: BKIP Kementerian Perhubungan

RILIS.ID, Jakarta— Masyarakat Jawa Barat sangat bangga dengan pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Pembangunan BIJB juga sebagai wujud kebangkitan swasta dan juga bank syariah daerah dalam berkontribusi. Hampir saja BIJB menihilkan peran APBN dalam pembangunannya.

Selain akan mendongkrak perekonomian di wilayah sekitarnya, bandara berlabel internasional juga memiliki fakta-fakta yang cukup mencengangkan.

Seperti dihimpin rilis.id, Senin (11/6/2018), dari laman Kementerian Perhubungan, BIJB yang dibangun sejak 2014 ini setidaknya memiliki enam keistimewaan bila dibandingkan dengan bandara sejenisnya.

1. Merupakan Bandar Udara Terbesar Kedua se-Indonesia

BIJB ini merupakan bandar udara terbesar kedua se-Indonesia setelah Bandara Antarbangsa Soekarno-Hatta. Bandara yang digagas pembangunannya sejak tahun 2003 ini ditargetkan akan memiliki runway sepanjang 3.000 meter pada akhir tahun ini. Dengan landasan sepanjang itu, bandara ini dapat dilandasi oleh pesawat berbadan lebar (wide body) 777. 

“Fasilitas yang ada di BIJB ini juga sama baiknya dengan di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha dan total area bangunan Terminal Penumpang seluas 121.000 meter persegi, bandara ini diperkirakan mampu menampung 5 juta penumpang/tahun dan akan bisa menampung 18 juta lalu lintas penumpang di tahun berikutnya. Sejumlah 0,004 juta ton telah ditangani dalam operasi pertama di kargo depan, sedangkan kargo keseluruhan di BIJB akan diperluas secara besar-besaran hingga mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2045.

2. Interior Khas Jawa Barat

Interior BIJB begitu kental dengan nuansa Sunda. Patung Dayang Sumbi sudah siap menyambut penumpang di pintu masuk terminal. Selain patung dayang sumbi, masih banyak lagi hasil karya seniman asal Bali Nyoman Nuarta yang tersebar menghiasi interior bandara yang dekat ke Jawa Tengah ini.

Selain patung, beberapa dinding di dalam bandara juga dihiasi dengan motif batik mega mendung khas Cirebon. Salah satu bagian yang dihiasi motif batik ini adalah bagian atas dari counter check in.

3. Pendaratan Bersejarah Disambut Water Salute

Setelah beberapa kali dilakukan percobaan pendaratan di BIJB, pada bulan Mei lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pendaratan resmi pertama di BIJB. Momen ini sekaligus menjadi pendaratan bersejarah (historical landing).

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang mendarat langsung disambut dengan seremoni water salute. Prosesi ini melibatkan dua mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air di atas pesawat. Water salute dipercaya sebagai tradisi yang bertujuan untuk menghormati para veteran militer, pejabat asing dan layanan penerbangan baru. Tradisi ini juga dianggap sebagai tanda hormat dan rasa syukur.

4. Keberhasilan Kerja Sama Banyak Pihak

Pembangunan BIJB ini terlaksana berkat kerjasama pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga swasta. Keberhasilan model kerjasama ini diakui Presiden akan dikembangkan dalam percepatan pembangunan-pembangunan di daerah lain.

“Model-model bisnis seperti ini akan kita kembangkan sehingga kecepatan pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” tegas Presiden Joko Widodo.

5. BIJB Mulai Beroperasi

Maskapai Garuda Indonesia dan Batik Air juga telah melakukan inaugural flight pada bulan yang sama. Meski demikian, maskapai yang sudah mulai membuka rute penerbangan reguler adalah Citilink. Mulai Juni tahun ini, maskapai Citilink membuka rute penerbangan menuju Medan, Lombok dan Surabaya. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso juga menambahkan bahwa Lion Air akan segera menyusul untuk membuka rute penerbangan dari bandara ini.

Terkait dengan pelaksanaan BIJB sebagai embarkasi haji, Menhub mengatakan hal ini masih dalam tahap finalisasi. Untuk mengupayakan hal ini bisa terjadi, Menhub juga akan terus melakukan koordinasi dengan stakeholder yang menangani hal terkait. Sedangkan untuk pembagian slot dengan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Menhub menjelaskan bahwa pembagian slot akan diatur dan sementara hanya penerbangan internasional yang akan dialihkan ke BIJB.

6. Akan Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban

Dengan adanya bandar udara ini, Presiden berharap dapat berdampak positif secara ekonomi baik bagi Kabupaten Majalengka maupun Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Bandara ini juga ditargetkan untuk dapat memberikan pelayanan kepada warga Jawa Barat dan mempermudah akses masyarakat dari luar Jawa Barat untuk menuju ke sini.

Sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan integrasi antarmoda, BIJB ini juga ditargetkan untuk terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban yang berjarak kurang lebih 40 kilometer dari bandar udara. “Integrasi itu nantinya akan memudahkan memberikan fasilitas layanan kepada investor yang masuk, dengan demikian kita berharap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat bisa terus meningkat lebih baik,” papar Presiden Joko Widodo.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)