Home » Ragam

Mengenal Kearifan Lokal Malut lewat Batik

print this page Senin, 13/11/2017 | 21:35

Batik Tubo. FOTO: Instagram/@lisapebrina.

RILIS.ID, Jakarta— Di Maluku Utara, setiap lembar batik yang disulap para pengrajin memperkenalkan berbagai kearifan lokal di daerah yang sejak dulu dikenal sebagai negeri para raja. Motif batik yang menggambarkan mengenai kebudayaan, peninggalan sejarah, hasil sumber daya alam serta flora dan fauna khas Malut.

Salah seorang pengrajin batik di Ternate, Mustalani mengaku sudah menciptakan sedikitnya 41 motif dan corak mengenai kearifan lokal dalam batik produksinya yang diberi nama batik Tubo. 

Rustalani mengaku, ide memanfaatkan kearifan lokal sebagai motif dan corak batik produksinya, dilatar belakangi keinginan menciptakan karya batik yang dapat menjadi ciri khas dan identitas batik dari daerahnya.

Selain itu, ada pula dorongan kesadaran untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki Malut, memperkenalkan kearifan lokal Malut pada masyarakat luas, serta sebagai salah satu upaya agar kearifan lokal daerah itu tidak diklaim oleh daerah lain.

Inpirasi lainnya ia menciptakan batik tersebut juga untuk mendorong masyarakat Malut lebih mencintai produk batik sendiri. Pasalnya, belakangan ada kecenderungan masyarakat yang lebih mengagungkan produk dari daerah lain, khususnya dari luar negeri.

 

 

A post shared by Fuad (@fuadakbar) on

 

Adapun corak kearifal lokal mengenai kebudayaan di antaranya digambarkan dalam bentuk motif burung goheba, yakni burung berkepala dua yang menjadi lambang Kesultanan Ternate. Sedangkan peninggalan sejarah digambarkan dalam bentuk motif Benteng Oranje, benteng peninggalan Belanda di Ternate.

Sementara, kearifan lokal mengenai kekayaan sumber daya alam di antaranya dilukiskan dalam bentuk motif rempah seperti cengkih dan pala, yang merupakan komoditas unggulan di Malut, serta ikan tuna, yang juga merupakan hasil perikanan primadona di daerah tersebut.

Batik yang menampilkan motif dan corak kearifan lokal tersebut, menurut Rustalani, menjadi daya tarif tersendiri dan cukup diminati tidak hanya masyarakat dari wilayah Malut, tetapi juga wisatawan dari dalam dan luar negeri yang datang di Malut.

Setiap wisatawan yang datang di Ternate, termasuk para tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang datang menghadiri suatu kegiatan di Malut, batik yang menggambarkan kearifan lokal itu menjadi salah satu cendera mata yang mereka beli untuk dibawa pulang.

 

 

A post shared by Visit Tidore (@visit.tidoreisland) on

 

 

Penulis Ning Triasih
Sumber ANTARA

Tags:

kearifan lokal malukubatikbatik malukurustalanibatik tubomaluku utara

loading...