logo rilis

Mengenal ALS, Penyakit yang Renggut Nyawa Pencipta SpongeBob SquarePants
Kontributor
Ning Triasih
28 November 2018, 17:17 WIB
Mengenal ALS, Penyakit yang Renggut Nyawa Pencipta SpongeBob SquarePants
Stephen Hillenburg, pencipta serial kartun SpongeBob SquarePants. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Dunia animasi tengah berduka dengan kepergian Stephen Hillenburg, pencipta serial kartun SpongeBob SquarePants.

Stephen Hillenburg mengembuskan napas terakhirnya di usia 57 tahun akibat penyakit saraf amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau disebut juga dengan Lou Gehrig's disease. Lalu apakah penyakit ALS ini?

Menurut penjelasan dari Dokter Karin Wiradarma dilansir dari KlikDokter, ALS tergolong penyakit langka. ALS disebabkan rusaknya sekumpulan saraf yang berfungsi mengatur gerakan motorik dan menggerakkan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala hingga kaki.

Dokter Karin mengungkapkan, ASL umumnya mempengaruhi lebih banyak pria ketimbang wanita. Menurutnya, penyakit ini bersifat progresif, yakni akan makin parah hingga akhirnya penderita meninggal karena kelumpuhan otot pernapasan.

Beberapa efek yang ditimbulkan ASL ini di antaranya gangguan berbicara, bergerak, makan, berpikir dan bernapas.

“Gejala awal dari penyakit ALS adalah kekakuan atau kelemahan otot. Awalnya penyakit ini hanya menyerang segelintir otot, hingga akhirnya menyebar dan mengenai otot-otot lainnya. Akibatnya, mereka yang mengidap ALS memiliki kesulitan untuk berbicara, makan, berjalan, bergerak, bahkan bernapas,” jelas Dokter Karin.

Hanya saja, ALS tidak memengaruhi fungsi buang air besar, fungsi sensor atau kemampuan berpikir. Penderita bisa tetap aktif dan berinteraksi dengan orang lain, meski hanya duduk di kursi roda.

Penyakit ini juga yang dialami mendiang fisikawan dunia Stephen Hawking, yang dalam sisa hidupnya hanya duduk di kursi roda. ALS tidak dapat disembuhkan dan berakhir dengan kematian, karena hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan atau menahan perjalanan penyakit.

Pengobatan yang ada saat ini hanya bersifat memperlambat laju keparahan penyakit dan mencegah komplikasi. Terapi yang diberikan dapat berupa pemberian obat-obatan, alat bantu pernapasan, fisioterapi, terapi okupasi dan terapi bicara.

Meski belum diketahui pasti apa penyebab ASL, namun beberapa kemungkinan diyakini karena mutasi genetik, ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh dan gangguan respons imun.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)