logo rilis
Mengawali Penas 2020 dengan Gelar Teknologi Lahan Basah
Kontributor
Elvi R
08 November 2019, 12:26 WIB
Mengawali Penas 2020 dengan Gelar Teknologi Lahan Basah
Alsintan. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Puncak Penas Tani 2020 di Sumatera Barat direncanakan pada bulan Juni mendatang. Meski demikian Tim Gelar Teknologi (GT) lahan basah sudah memulai pengkajian budidaya padi dengan menerapkan teknologi Jajar Legowo Super dengan 5 Varietas Unggul sejak beberapa bulan lalu. Untuk mengekspose hasil pengkajian spesifik lokasi tersebut, BPTP Sumbar mengggelar Temu Lapang dan Panen Perdana di lokasi Penas 2020 kelurahan Aia Pacah, Kota Padang (7/11).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang yang diwakili oleh Staf Ahli Drs. Dedi Henidal, MM menyampaikan bahwa kita patut mensyukuri hal ini, dari 34 provinsi di Indonesia, Sumatera Barat terpilih menjadi tuan rumah Penas Tani 2020 yang akan di hadiri oleh 50 ribu orang dari seluruh Indonesia.

"Apalagi yang dipilih adalah kelurahan aia Pacah ini", jelas Henidal.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Walikota Padang sangat fokus dalam mensukseskan Penas 2020 mendatang.

"Adanya Tim Badan Litbang Kementerian Pertanian yang mendampingi teknologi langsung di lapangan melalui BPTP Sumbar, maka masyarakat sangat perlu untuk mendukung dan bekerjasama dalam berbagai hal, agar ajang Penas di Kota Padang nantinya berjalan sukses seperti yang kita harapkan", imbuhnya. 

Sementara itu, Dr. Jekvy Hendra, M.Si., Kepala BPTP Sumatera Barat menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian mulai Januari 2020 akan menurunkan tim dari Pusat-pusat Penelitian yang dimiliki oleh Badan Litbang pertanian untuk mensukseskan Penas 2020.

"Dari seluruh gelar teknologi yang ada, Badan Litbang pertanian diberikan tanggungjawab yang cukup besar,  yang diawali dengan melakukan pengkajian spesifik lokasi beberapa Varietas Unggul Padi, diantaranya  Inpari 32, Inpari 34, Palalawan, IPB 3S, dan Anak Daro yang akan kita Panen pada hari ini", katanya.

Pria kelahiran Padang itu juga menyampaikan komitmen Badan Litbang Pertanian yang akan menerjunkan peneliti dari berbagai Pusat Penelitian Badan Litbang Pertanian untuk membuat Gelar Teknologi di ajang Penas ini.

"Untuk pengkajian pada lahan basah ini didampingi secara intensif oleh Tim GT Basah yang di komandoi oleh peneliti Senior Ir. Ismon L., M.Si"," jelasnya.

Afrizal, salah seorang petani kooperator memberikan testimoni tentang peningkatan hasil panen dengan menerapkan teknologi yang diberikan oleh Tim BPTP Sumbar.

"Selama ini kami disini belum mengenal teknologi budidaya padi, kami masih bertani dengan cara tradisional, hasilnya sekedarnya saja, setelah didampingi oleh Tim BPTP Sumbar yang mengenalkan teknologi ternyata hasilnya sangat meningkat", ujarnya. 

Temu lapang diakhiri dengan panen perdana oleh Kepala BPTP Sumbar, Staf Ahli Walikota Padang, Kepala Karantina Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Kota Padang, Camat, Lurah, Babinsa, penyuluh serta seluruh anggota kelompoktani yang hadir. Hasil ubinan padi Varietas Anak Daro 5.2 Ton per hektare lebih tinggi dari hasil eksisting petani yang hanya 4.1 per hektare. Sementara itu Varietas Unggul Baru Inpari 32  hasilnya 9.5 ton per hektare.

Sumber: Winda R/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID