logo rilis

Mengadu ke KPK, Orang Tua Korban Tewas di Aksi Demo Kendari Menangis
Kontributor
Tari Oktaviani
12 Desember 2019, 19:01 WIB
Mengadu ke KPK, Orang Tua Korban Tewas di Aksi Demo Kendari Menangis
Dokumentasi KPK

RILIS.ID, Jakarta— Orang tua mahasiswa yang tewas dalam aksi demonstrasi tolak revisi UU KPK dan KUHP di Kendari mengadu pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menceritakan kekecewaannya karena tidak ada titik terang dibalik tewasnya putra mereka.

Dalam demonstrasi pada tanggal 26 September 2019 itu sedikitnya memakan korban yakni mahasiswa bernama Randi dan Yusuf. Kedua orang tua para korban pun ikut hadir ke KPK hari ini, Kamis (12/12/2019).

Orang tua Randi, La Sali meminta keadilan atas kematian anaknya. Ia menilai anaknya tidak salah, hanya memperjuangkan kebenaran. Menurutnya sejauh ini tidak jelas proses hukumnya.

"Sampai saat ini belum diketahui proses penegakan hukum mengusut kematian tersebut. Anak saya adalah tulang punggung keluarga, yang membantu nafkah keluarga," Katanya di gedung KPK.

Sementara itu, Ibu dari Alm. Yusuf, Endang Yulidah berharap KPK bisa membantu menuntut keadilan. Ia mengaku sudah lelah mempertanyakan alasan anaknya ditembak saat demonstrasi di Kendari.

"Kami menyampaikan bahwa kami ke Jakarta untuk mencari keadilan dan ingin bertanya kenapa anak kami hingga harus ditembak. Sampai saat ini sudah lebih 3 bulan, tapi kenapa pelaku belum ditemukan. Kami harap polisi bekerja lebih keras," Tegasnya.

"Kami juga tidak mau nyawa dibayar nyawa. Sebagai muslim saya yakin, kematian adalah takdir yang akan terjadi pads setiap manusia. Kami datang ke sini berharap suara ini bisa didengar para petinggi negeri ini," Lanjutnya.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Menurut Agus, sebagai bentuk kehormatan, nantinya KPK akan memberikan nama ruang di gedung KPK dengan nama kedua korban.

"Kami ingin nanti ada ruang di KPK yg diberi nama ruang Randi dan Yusuf. Agar kami juga terus mengingatnya dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi," Ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengorbanan anak-anak tesebut adalah perjuangan untuk melawan pelemahan KPK.

"Lebih dari itu, kita memang harus berjuang bersama dan terus menerus untuk memberantas korupsi sekaligus meminta kasus-kasus ini diungkap, pelakunya ditemukan. Termasuk juga korban-korban lain yang berjuang untuk pemberantasan korupsi," Tutupnya.

 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID