logo rilis

Mendalami Masyarakat Urban Gresik Lewat Batik Kawula Alit
Kontributor
Ning Triasih
17 April 2018, 17:57 WIB
Mendalami Masyarakat Urban Gresik Lewat Batik Kawula Alit
Batik Gresik Kawula Alit. FOTO: RILIS.ID/Ning Triasih

RILIS.ID, Jakarta— Jika ingin mengenal lebih dalam tentang adat, budaya, serta kehidupan masyarakat urban Gresik, Jawa Timur, tak perlu jauh-jauh datang ke sana. Pasalnya, semua itu tertuang dalam batik Kawula Alit.

Kawula Alit merupakan motif batik yang mengadaptasi teknik menggambar Damar Kurung (sebuah lentera tradisional Gresik) milik CV Bangsawan Indonesia Textil.

Setidaknya, ada 50 cerita kehidupan sosial masyarakat Gresik, seperti pedagang bakso keliling, petani, di sawah, pertandingan pencak silat, penjahit, odong-odong, pengamen jalanan, kemeriahan pasar malam dan masih banyak lagi. Initinya, Kawula Alit mengangkat kehidupan sehari-hari masyarakat kecil di Gresik.

Seperti yang diungkapkan pembuat batik Kawula Alit, Nur Kholis, kepada rilis.id dalam pameran Adiwastra Nusantara 2018 di JCC beberapa waktu lalu.

"Batik Kawula Alit atau Kawulo Alit (bahasa Jawa) berasal dar kata orang kecil. Jadi kita mengangkat kehidupan orang Gresik di pedesaan," ucap Kholis.

Kholis kemudian menjabarkan satu per satu corak yang tergambar dalam batik Kawula Alit, mulai dari pasar malam, kegiatan belajar mengaji, kenduri, sampai pencak silat.

Corak Batik Kawula Alit. FOTO: RILIS.ID

Pasar malam

Kholis menjelaskan, salah satu corak yang tertuang dalam batik Kawula Alit adalah keramaian pasar malam. "Di Gresik itu kan ada pasar malam. Hampir setiap tahun sekali ada pasar malam, sejak zaman dulu. Jadi anak-anak pasti di ajak ke pasar malam," ujarnya.

Pasar malam itu ditandai dengan corak berbentuk komedi putar serta lampu yang menyorot ke langit. Lampu besar itu disebut Kholis menandakan jika pertunjukan pasar malam telah dimulai.

Kegiatan belajar mengaji

Kegiatan belajar mengaji yang menandakan jika masyarakatnya religius juga ditunagkan Kholis ke dalam batik Kawula Alit.

Kenduri

"Terus ada kenduri. Nah, di sana hampir setiap mau apa saja pasti ada kenduri, tasyakuran. Nanti mengundang penduduk sekitar, makan-makan bersama dan saling berdoa," lanjutnya.

Pencak silat

Pencak silat juga salah satu tradisi khas Gresik. Karenanya dituangkan dalam Kawula Alit.

Kholis menjelaskan, "Setiap lebaran, malamnya tuh di sana pendekar-pendekar kumpul. Silat kan namanya silaturahim atau silaturahmi ya, jadi kumpul buat pertunjukan sama mempererat persahabatan."

Tradisi membuat rebana

Yang khas lagi dari Gresik adalah tradisi membuat rebana yang terbuat dari kulit lembu atau kambing. Kulit lembu itu nanti diolah menjadi bahan yang siap dipakai untuk rebana atau beduk. Itu juga terkenal dari dulu," tandasnya.

Selain itu, Kholis lewat batik Kawula Alit-nya juga mengangkat kehidupan lain, baik yang terkait pekerjaan, kehidupan sosial pendidikan, anak-anak, hingga pariwisata.

Nah, bagi Anda yang berminat memiliki batik Kawula Alit, Anda bisa membelinya secara online di laman www.batikbangsawan.com atau melalui akun Facebook Batik Bangsawan.

FOTO: Dok. Facebook Batik Bangsawan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)