logo rilis
Mendagri Kunjungi Gudang KTP di Bogor
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
30 Mei 2018, 18:10 WIB
Mendagri Kunjungi Gudang KTP di Bogor
Aktifitas pegawai Kemendagri tengah memotong KTP rusak di Gudang Aset Kemendagri. FOTO: RILIS.ID/AM Ikhbal.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dalam kunjungannya ke Gudang Aset Kemendagri di Semplak pada Rabu sore tadi mengatakan, proses pemindahan ini sudah biasa, bukan cuma sekali-dua kali ini saja.

"Ini sudah yang ke sebelas kalinya. Memang dipindah ke sini," kata Tjahjo kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).

Program e-KTP sendiri, kata Tjahjo, mulai dilakukan sejak 2010, dan proses pencetakan berlangsung pada 2011. Nah, KTP yang rusak, baik fisik maupun data, pasti akan disimpan di gudang ini.

Kemudian, mengapa Kemendagri belum melakukan pemusnahan terhadap e-KTP yang rusak tersebut, kata Tjahjo, karena adanya urusan dengan KPK. Pihaknya, berjaga-jaga jika nantinya KPK butuh pemeriksaan lebih lanjut.

"Pihak Ditjen Dukcapil hanya jaga-jaga, jika sewaktu-waktu itu diperlukan jadi barang bukti tambahan. Selain memang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga setiap tahun mengecek," ujarnya.

"Jadi, ketika di medsos isinya jutaan, ini ingin digunakan untuk pilkada, katanya KTP warga asing, enggak ada itu. Buktinya sudah clear semua, misalnya anda mau baca semua satu-satu, silahkan," tambah Tjahjo.

Pantauan rilis.id puluhan pegawai dari jajaran Ditjen Dukcapil Kemendagri bekerja hingga sore hari di teras gudang itu. Mereka memotong bagian ujung kanan pada fisik e-KTP. Lalu, mereka menghitung jumlah KTP tersebut, dan memasukan ke dalam dus ukuran sedang.

"Satu dus isinya sekitar dua ribuan keping KTP," ujar seorang staf di sana.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengatakan kejadian tercecernya kartu KTP elektronik di kawasan Bogor beberapa waktu lalu, tak perlu dikhawatirkan akan disalahgunakan untuk kepentingan pemilu.

"Ada pengaman lain juga, tinta misalnnya, jadi kalau misalnya di sini pakai e-KTP asli, kemudian di sana pakai KTP yang hilang, itu tintanya tetap ada," kata JK.

Sebelumnya, ribuan keping e-KTP yang diklaim rusak atau invalid, tercecer di kawasan Jalan Raya Salabenda, Kabupaten Bogor. Barang-barang tersebut hendak dibawa ke Gudang Aset Kemendagri di Semplak Bogor.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)