Home » Bisnis

Mendag: Bentuk Kamar Dagang di Hong Kong, Indonesia Tertinggal

print this page Minggu, 3/12/2017 | 20:08

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Ruang rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia tertinggal dalam hal membentuk kamar dagang, khususnya di Hong Kong. Hal tersebut disampaikan saat dirinya meresmikan Indonesia Chambers of Commerce (Inacham) di Hong Kong dan merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mei lalu. 

Pembentukan Inacham merupakan upaya meningkatkan kinerja ekspor dan menarik investasi ke dalam negeri. Inacham tersebut difasilitasi penuh oleh konsulat Jenderal RI di Hongkong yakni Dato A. Sri Tohir dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia.

"Kita sedikit tertinggal dari negara lain untuk membentuk Kamar Dagang di Hong Kong. Minat pelaku usaha Hong Kong kini sangat besar untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra bisnisnya," kata pria yang akrab disapa Enggar Minggu (3/12/2017).

Sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Indonesia dapat menjadikan Hong Kong sebagai pusat promosi investasi regional, terutama masuknya investasi baru ke dalam negeri. Untuk itu, Mendag berharap kantor Inacham dapat beroperasi secara efektif.

“Konsep regional networking melalui Hongkong sangat menarik untuk di kembangkang di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pada 2016 Hong Kong tercatat sebagai mitra terbesar keempat di Indonesia dengan nilai investasi sebesar US$ 2,6 miliar. Indonesia juga tercatat memiliki kerjasama dengan dalam kerangka perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) Asean-Hong Kong yang ditandatangani November lalu.

Penulis Ainul Ghurri
Editor Intan Nirmala Sari
Sumber Antara

Tags:

InachamMendagKadin IndonesiaHong Kong