logo rilis

Mencurigakan, Ini Tanda-tanda Novanto Lakukan TPPU
Kontributor
Tari Oktaviani
30 April 2018, 15:38 WIB
Mencurigakan, Ini Tanda-tanda Novanto Lakukan TPPU
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein menilai, Setya Novanto terindikasi melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal ini dia sampaikan usai kunjungannya ke gedung KPK untuk menjadi pembicara dalam seminar, Senin, di Jakarta (30/4/2018).

"Nantilah yah kita lihat, indikasi-indikasi yah ada lah yah. Cuma harus dibuktikan juga itu," kata Yunus.

Menurutnya, indikasi ini muncul lantaran, adanya teknik kirim uang dan tarik cepat dalam waktu sekejap melalui sejumlah money changer. Yunus menyebut, dari situ sudah terindikasi kuat upaya menyembunyikan uang hasil korupsi.

"Yah kan macem-macem cara bisa pake perusahaan, bisa suruh orang lain bisa trax berputar-putar gitu jadi macem-macem tekniknya. Pokoknya nanti kita lihat bener pencucian uang atau enggak," katanya.

Lebih jauh, Yunus menduga KPK akan mengusut ke arah TPPU Novanto. Sehingga, menurutnya tinggal menunggu waktu saja untuk mengusutnya lebih jauh. "Nanti kita tunggu dulu waktunya saja kemungkinan arahnya ke situ," paparnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, divonis pidana penjara selama 15 tahun penjara oleh majelis hakim tindak pidana korupsi. Tak hanya itu saja, dia juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Setya Novanto pidana penjara 15 tahun denda Rp500 juta subsider 3 bulan," kata ketua Majelis Hakim Yanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Selasa (24/3/2018).

Menurut hakim, Setya Novanto telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi untuk menguntungkan diri sendiri maupun orang lain. Untuk itu dia terbukti memenuhi unsur Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)