logo rilis
Menaker Siap Gelar Pemagangan bagi 400 Ribu Orang
Kontributor
Eroby JF
30 Maret 2018, 01:06 WIB
Menaker Siap Gelar Pemagangan bagi 400 Ribu Orang
M Hanif Dhakiri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menekankan, program pemagangan merupakan cara efektif untuk pengembangan sumber daya manusia guna memenuhi permintaan tenaga kerja kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Program pemagangan menjadi salah satu upaya penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, pemagangan pun mempercepat penyerapan penggangguran untuk masuk ke dunia kerja," kata Hanif di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Menaker menargetkan menggelar program pemagangan bagi 400.000 orang yang didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) serta industri terkait.

Untuk mencapai target itu, setidaknya 8.000 mentor dari kalangan industri akan disiapkan.

Menaker mengatakan, dalam menjalankan program pemagangan, pemerintah membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan terkait. Pemagangan menjadi awal untuk menciptakan panutan pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

"Kita harus benar-benar membuat role model yang bagus dalam pemagangan dan signifikan secara jumlah, karena Presiden Jokowi juga menghendaki hal ini," tutur Hanif.

Menaker menekankan pentingnya penguatan komite vokasi supaya komitmennya betul-betul diperkuat dan bukan hanya tanda tangan Nota Kesepahaman (MoU) tapi juga ada motivasi untuk mencari cara supaya terus maju.

Selain itu, perlu sosialisasi ke masyarakat supaya mereka tahu bahwa pemagangan bisa menjadi alat untuk masuk dunia kerja, bukan hanya sekolah saja.

"Jika orang tua mendorong anak-anaknya untuk magang akan lebih bagus. Oleh karenanya harus dikokohkan sistem magang yang dibuat," ujarnya.

 Untuk memperoleh hasil yang maksimal, peserta magang akanq didampingi oleh instruktur pemagangan yang berasal dari industri.

"Peran aktif industri sangat penting, selain menyediakan tempat magang juga menyediakan instruktur pemagangan. Selain itu, praktisi akademis juga sangat membantu dengan memberikan saran dan ide, sehingga pemagangan akan berhasil dengan baik," ucap Menaker.

Pemerintah juga berharap pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan.

"Pemerintah mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) agar mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia," kata Hanif.

Keterlibatan dunia usaha dan industri dibutuhkan untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi kerja serta memenuhi permintaan kebutuhan pekerja yang terus meningkat di tengah pembangunan infrastruktur dan berbagai proyek pembangunan yang terus digenjot di berbagai daerah.

"Kami berharap investasi yang telah ada dapat ditingkatkan, termasuk investasi SDM, sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi semakin luas dan memberikan transfer kemampuan bagi pekerja Indonesia di berbagai sektor usaha," pungkasnya.


500
komentar (0)