logo rilis
Menaker Minta Industri Juga Pekerjakan Lulusan BLK
Kontributor
Eroby JF
02 April 2018, 21:49 WIB
Menaker Minta Industri Juga Pekerjakan Lulusan BLK
M Hanif Dhakiri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Serang— Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi M. Hanif Dhakiri mengimbau kalangan industri dan dunia usaha tidak hanya terpaku pada pendidikan formal sebagai syarat utama merekrut tenaga kerja, tetapi harus melihat syarat kompetensi.

"Saya minta kalangan industri, kalau ada lowongan kerja syaratnya jangan hanya mencantumkan syarat pendidikan formal. Tapi, berikan juga syarat terkait dengan sertifikat kompetensi atau sertifikasi profesi," kata Hanif Dhakiri saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Besar pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, di Serang, Senin (2/4/2018).

Ia mencontohkan, jika ada lowongan kerja tertentu syaratnya lulusan SMA atau SMK sederajat atau bersertifikat kompetensi tertentu, seperti lulus mengelas pada level tertentu, sehingga para pencari kerja yang memiliki ijazah SMA/SMK, sertifikat kompetensinya bisa digunakan.

"Saya jamin lulusan BLK ini juga tidak kalah kompetensinya dengan lulusan sekolah formal," katanya.

Menurutnya, bagi para lulusan pelatihan di BLK bisa memiliki dua peluang, yakni bisa masuk di dunia kerja melalui kerja sama dengan industri dan membuka peluang untuk berwirausaha bisa memberikan peluang kerja kepada orang lain.

Ia mencontohkan, dari hasil lulusan teknisi ahli dua tahun, yang diselenggarakan di BBPLK sangat matching dengan kebutuhan industri dan lulusannya 100 persen diserap perusahaan atau di pasar kerja.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lulusan teknisi ahli dua tahun ini bisa terserap 100 persen oleh pasar kerja. Bahkan, kompetensinya tidak kalah dengan lulusan D3," kata Hanif.

Ia mengatakan, saat ini untuk mengikuti program pelatihan di BLK tidak disyaratkan lulusan pendidikan formal. Jadi, masyarakat umum yang ingin mendaftar pelatihan di BLK bisa saja tidak mesti harus memiliki ijazah pendidikan formal.

"Lulus SD atau tidak lulus SD, mau ikut pelatihan, boleh. Lulus SMP atau tidak lulus SMP, mau pelatihan, silakan," kata Hanif.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)