logo rilis

Menaker Akui Pengawasan TKI di Sektor Kelautan Lemah
Kontributor
Elvi R
27 Maret 2018, 15:52 WIB
Menaker Akui Pengawasan TKI di Sektor Kelautan Lemah
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Bali— Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menilai, perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor kelautan di luar negeri hingga kini masih lemah, karena pengawasannya belum dilakukan secara maksimal.

"Oleh sebab itu, pengawasan terhadap TKI yang bekerja di tengah laut, khususnya di sektor perikanan di luar negeri perlu ditingkatkan," katanya setelah membuka 'Forum Konsultatif Kerjasama Melawan Perdagangan Manusia, Eksploitasi Kerja dan Perbudakan di Laut' di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (27/3/2018).

Kegiatan bertaraf internasional yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Internasional Labour Organization (ILO) sebagai salah satu badan yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu melibatkan perwakilan dari sepuluh negara ASEAN untuk membicarakan kerja sama melawan segala bentuk eksploitasi manusia yang terjadi di laut.

Menurut Hanif, selain pengawasan yang sulit karena berada di tengah laut, permasalahan TKI dalam sektor perikanan juga sangat kompleks. Karena melibatkan lintas sektoral dan lintas negara.

"Dari data yang diperoleh hingga saat ini sedikitnya 4.000 TKI di sektor perikanan menjadi korban tindak kriminalitas. Dengan demikian perlindungan TKI di sektor perikanan menjadi persoalan tersendiri yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak," ujar Hanif.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Sujatmiko menegaskan, ribuan TKI sektor perikanan menjadi korban tindak kriminal mulai dari kasus eksploitasi, kekerasan seksual, hingga pembunuhan.

"Untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal kepada TKI sektor perikanan membutuhkan adanya koordinasi lintas sektoral dan kerja sama antarnegara yang lebih baik," ujarnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)