logo rilis
Menag Apresiasi Inovasi RS Haji Jakarta Luncurkan Jam Kesehatan Haji
Kontributor
Taufiqurrohman
20 April 2018, 01:56 WIB
Menag Apresiasi Inovasi RS Haji Jakarta Luncurkan Jam Kesehatan Haji
Jemaah haji di Masjidil Haram. FOTO: Taufiqurrohman

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan jajaran Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta sebagai bagian dari 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama.

“Hari ini RS Haji meluncurkan jam kesehatan haji sebagai bentuk kontribusi bagi calon jemaah haji dan umrah kita, bagaimana medical record jemaah  tercatat baik,” ujar Menag saat meluncurkan jam kesehatan haji di RS Haji Jakarta, Pondok Gede, dilansir laman www.kemenag.go.id, Jumat (20/4/2018).

Menag dalam kesempatan tersebut, meminta RS Haji mensosialisasikan apa yang harus dipersiapkan jemaah haji Indonesia sebelum keberangkatan.

“Haji menuntut kondisi fisik prima, mudah-mudahan dengan jam kesehatan haji dan sandal kesehatan ini, dapat meningkatkan kualitas kesehatan juga kebugaran jemaah haji kita,” lanjutnya.

Menurutnya, inovasi itu penting karena saat ini hidup di era yang sangat cepat dan dinamis. Maka, inovasi hakekatnya wujud dari bahwa kita hidup bergerak dan setiap yang bergerak pasti berubah, perubahan ke arah yang baik.

“RS Haji bergerak dengan inovasi yang baik dan merespon perubahan masyarakat. Inovasi harus menjadi ruh kita merespon perkembangan zaman,” katanya.

“Yakinilah bahwa seluruh keluarga besar RS Haji tidak lagi sendiri, tapi menjadi keluarga besar Kemenag. Mari melakukan yang terbaik sehingga mewariskan kepada generasi selanjutnya dalam kondisi yang lebih baik,” pesan Menag.

Selanjutnya, Menag didampingi Direktur RS Haji Syarif Hasan Lutfie meninjau sejumlah ruangan dan layanan medik RS Haji Jakarta, dan berkesempatan berdialog dan menyapa pasien yang tampak menuhi ruang tunggu pemeriksaan medis.

Tampak hadir, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Staf Ahli Menag Janedri, sejumlah pejabat eselon II Kemenag dan karyawan RS Haji Jakarta.


500
komentar (0)